Monthly Archives: April 2016

Aqiqah bayi dengan cara sesuai syariah

Aqiqah bayi dengan cara sesuai syariah yang ditentukan dalam islam. Utama dilaksanakan pada hari ketujuh setelah lahirnya bayi Anda. Bagi yang dikaruniai putra dengan dua kambing, dan putri untuk satu kambing.

Pentingnya aqiqah bayi Anda

Arti pentingnya aqiqah bayi Anda merupakan sesuatu yang sebaiknya dikerjakan. Walaupun mayoritas ulama hadits memberikan hukum sunnah, namun ada sebgian yang mewajibkannya. Dengan demikian, bila diberi karunia seorang bayi disaat ada kelebihan rejeki hendaklah melaksanakan aqiqoh.

Aqiqah bayi dengan cara sesuai syariah

Akikah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa hikmah aqiqah bayi di antaranya:

Yang pertama, Menghidupkan sunah Nabi Muhammad S.A.W dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam. Selanjutnya, Dalam aqiqah bayi ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu, dan ini sesuai dengan makna hadis, yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan akikahnya” . Sehingga Anak yang telah ditunaikan akikahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak.

Hal inilah yang dimaksud oleh Al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah “bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh akikahnya”. Akikah juga merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: “Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan akikahnya)”.

Kemudian hikmah aqiqah bayi merupakan bentuk taqarrub atau pendekatan diri kepada Allah Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak. Selain itu juga sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari’at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat. Bisa juga aqiqah bayi berguna memperkuat ukhuwah atau persaudaraan di antara masyarakat.

Sedangkan Syarat kambing Akikah yakni Hewan dari jenis kibsy (domba putih) yang sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun menurut pendapat sebagian ulama. Untuk anak laki-laki dengan dua ekor, dan untuk anak perempuan cukup satu ekor. Namun jika tidak mampu maka 1 ekor kambing untuk ‘Aqأqah anak laki-lakinya juga diperbolehkan dan mendapat pahala.

Berikut kami jelaskan sedikit tentang layanan kami yang berguna untuk mempermudah atau membantu aqiqah bayi Anda. Cara Aqiqah Mudah Berbudaya Dan Syar’i di Solehaqiqah. Kami adalah perusahaan yang sudah melalangbuana dibidang akikah. Dengan pengalaman hampir 40 tahun, kami berusaha untuk membuat layanan yang mudah ,rasa yang berbudaya dengan tetap mengedepankan tuntunan yang Syar’i.

Berikut ini kronologi tentang tata cara aqiqah yang mudah :

1. Hari pertama kelahiran si buah hati Anda, Anda menyiapkan calon nama baik buat sang buah hati Anda.
2. Memesan Aqiqah di Solehaqiqah setelah memberi calon nama sang buah hati.
3. Pada hari ke 7 ( Diutamakan ) , Solehaqiqah menyembelih kambing Aqiqah , Anda di rumah anda mencukur rambut anak anda yang diaqiqahi, memberi nama baik dan mendoakannya. Setelah kami selesai melaksanakan aqiqah, kami akan segera mengantar pesanan paket aqiqah anda ke rumah anda.

Aqiqah bayi dengan cara sesuai syariah hj

Semoga dengan melaksanakan ibadah aqiqah yang merupakan salah satu syiar islam, bentuk taqorrub kepada Allah dan bisa mentauhidkan Allah. Mentauhidkan Allah dalam melaksanakan ibadah aqiqah yang syar’i dengan hanya mengharap ridloNya, karena aqiqah merupakan sembelihan yang hanya diperuntukan kepada Allah Ta’ala. Diharapkan si buah hati bisa tumbuh dan berkembang menjadi orang yang soleh… Amin.

Untuk informasi atau order aqiqah bisa sms ke :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir
layanan aqiqah mudah dan barokah.

Alamat jasa aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136. Melayani aqiqah di kota solo, sragen, boyolali, karanganyar, aqiqah klaten, layanan aqiqah wonogiri hingga sukoharjo. Untuk wilayah jawa timur diantaranya aqiqah ngawi, magetan dan madiun.

Alamat jasa aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang. Melayani kota seperti layanan aqiqah salatiga, purwodadi, grobogan, aqiqah ungaran dan semarang. Untuk daerah yang lebih luas seperti pati, aqiqah blora, demak dan kendal.

Alamat jasa aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561. Meliputi layanan aqiqah sleman, aqiqah gunungkidul dan jasa aqiqah bantul. Bisa juga mengirim ke kota kulonprogo dan semuanya gratis biaya pengiriman.

Nama bayi islam lengkap beserta artinya

Nama bayi islam lengkap beserta artinya spesial untuk Anda. Ketika akan menyambut hadirnya sibuah hati, berbagai persiapan akan dilakukan orang tua. Tidak terkecuali dengan memberi nama baik bagi bayi Anda.

Nama bayi islam A – Z

Nama bayi islam A – Z secara komplit kami hadirkan untuk Anda. Bukan sekedar namanya saja, arti dalam bahasa indonesia juga kami tampilkan. Dengan harapan bisa mempermudah Anda dalam memberikan nama bayi islam.

Nama bayi islam awalan huruf A

ABAN : Perbuatan nyata
ABBAS : Singa
ABDULLAH : Hamba Allah.
ABDUL AZIZ : Hamba Allah Yang Maha Perkasa.
ABDUL BASHIR : Hamba Allah Yang Maha Melihat.
ABDUL BASITH : Hamba Allah Yang Maha Melapangkan Rezeki.
ABDUL FATIAH : Hamba Allah Yang Maha Pembuka.
ABDUL GHAFFAR : Hamba Allah Yang Maha Pengampun.
ABDUL GHAFUR : Hamba Allah yang Maha Memberi Pengam¬punan.
ABDUL GHANIYY : Hamba Allah Yang Maha Kaya.
ABDUL HAKAM : Hamba Allah Yang Maha Penghukum.
ABDUL HAKIM : Hamba Allah Yang Maha Bijaksana.
ABDUL HALIM : Hamba Allah Yang Maha Penyantun.
ABDUL HAMID : Hamba Allah Yang Maha Terpuji.
ABDUL HAQQ : Hamba Allah Yang Maha Benar.
ABDUL JABBAR : Hamba Allah Yang Maha Agung.
ABDUL JALIL : Hamba Allah Yang Maha Sempurna.
ABDUL KARIM : Hamba Allah Yang Maha Mulia.
ABDUL KHALlQ : Hamba Allah Yang Maha Pencipta.
ABDUL LATIF : Hamba Allah Yang Maha Lembut.
ABDUL MAJID : Hamba Allah Yang Maha Mulia.
ABDUL MALIK : Hamba Allah Yal)g Maha Merajai.
ABDUL MUGNI : Hamba Allah Yang Memberi Kekayaan.
ABDUL MUHJI : Hamba Allah Yang Menghidupkan.
ABDUL MUIZ : Hamba Allah Yang Memuliakan.
ABDUL MUJIB : Hamba Allah Yang Maha Mengabulkan.
ABDUL QADIR : Hamba Allah Yang Maha Kuasa.
ABDUL QAHHAR : Hamba Allah Yang Maha Menentukan.
ABDUL RAFI : Hamba Allah Yang Meninggikan derajat.
ABDUL RAHIM : Hamba Allah Yang Maha Penyayang.
ABDUL RAHMAN : Hamba Allah Yang Maha Pemurah.
ABDUL RASYID : Hamba Allah Yang Maha Pandai.
ABDUL RAUF : Hamba Allah Yang Maha Belas Kasih.
ABDUL SHAMAD : Hamba Allah Yang Menjadi Tempat Meminta.
ABDUL WAHID : Hamba Allah Yang Maha Esa.
ABID : Orang yang beribadah.
ABIDIN : Orang yang beragama.
ABU : Bapak; ayah.
ADAM : Tanah; kaum laki•laki.
ADIB : Penulis, budayawan.
ADIBAH : Beradab.
ADNAN : Kesenangan; surga; firdaus.
AFDHAL : Lebih utama.
AFLAH : Lebih berhasil.
AHMAD : Terpuji.
AHNAF : Lurus hatinya; lebih suci.
AlMAN : Kanan.
AKHDAN : Sahabat.
AKMAL : Lebih sempurna.
AKRAM : Lebih mulia.
ALAUDIN : Kemuliaan agama.
AL BAIHAQI : Iman, perawi hadist.
ALFA : Seribu.
ALIM : Berilmu, mengetahui.
ALlMAN : Berilmu.
AMANULLAH : Keamanan dari Allah.
AMAR : Perintah.
AMIN : Pemegang amanat; dapat dipercaya.
AMIR : Penguasa; panjang umur.
AMIRUDIN : Pemeluk agama sepanjang umur.
AMAH : Rakyat.
AMANAH : Perintah; titipan; pesan,
AMINAH : Dapat dipercaya.
AMIRAH : Wanita mulia.
AMJAD : Lebih mulia.
AMRU : Kehidupan.
AMRULLAH : Printah Allah.
ANJAB : Lebih utama dan bernilai.
ANTA : Anda; engkau; kamu.
ANWAR : Lebih bersinar.
AQABAH : Taat larangan.
AQIDAH : Golongan utama.
ARIF : Bijaksana.
ARHAB : Memanjakan.
ARIFUDDIN : Kebijaksanaan agama.
ARIQAH : Baik budi, mulia.
ARKAN : Kemuliaan, anggota badan
ARKHAB : Yang lapang dada.
ASAD : Singa.
ASFAR : Kuning.
ASJAD : Emas, mutiara.
ASLlYAH : Yang sejati
ASLAM : Lebih selamat.
ASWAD : Hitam
ASYAM : Pemimpin yang mulia.
ASYRAF : Lebih mulia.
ATHIYYAH : Pemberian.
ATHA : Rejeki, kebajikan.
ATHALLAH : Karunia Allah.
ATHAYA : Pemberian, hadiah.
AUF : Singa.
AUFA : Lebih cepat.
AUS : Srigala.
AZHAR : Lebih cerah.
AZMI : Berhati teguh.

Nama bayi islam awalan huruf B
BADRIYAH : Bulan purnama.
BA’ATS : Kebangkitan.
BA’ADA : Sesudah.
BADAR : Bulan purnama
BADI’ : Indah.
BADllAH : Pengganti.
BADRIANI : Purnama kembar.
BADRI : Mempercepat jalannya.
BAHA’ : Keindahan.
BAHI : Indah.
BAHIRAH : Indah dan elok.
BAHIYAH : Indah sekali.
BAINAH : Bukti yang nyata.
BAITAH : Rumah indah.
BAI’AT : Pengangkatan.
BAIN : Nyata.
BAIL : Pemimpin.
BAKIR : Yang mempunyai kedalaman ilmu.
BAKRI : Waktu pagi hari.
BALAD : Negara, kota.
BANI : Keturunan, pemberani.
BARA’ : Bebas, suci, taubat,
BARDI : Sejuk, senjata.
BARRAQ : Berkilau-kilauan.
BAROKAH : Tambah kebaikan.
BASARUN : Penglihatan.
BASMAN : Banyak tersenyum.
BASSAM : Selalu tersenyum.
BASYIR : Pemberi kabar gembira.
BAYINAH : Berita yang jelas.
BISAWAB : Dengan sebenarnya.
BURAIRAH : Berbakti.
BURUIDAH : Dingin; sejuk.
BURDAH : Mantel.
BURHAN : Bukti (dalil), cahaya

Nama bayi islam awalan huruf D
DAAR : Rumah, tempat.
DAARUSSALAM : Tempat yang selamat.
DA’I : Juru dakwah.
DAIM : Terus menerima selamanya.
DALAL : Perantara jual beli, petunjuk.
DALILAH : Bukti, petunjuk, jalan.
DALLAH : Jalan yang terang.
DANAH : Batu mulia
DARIAH : Lemah lembut.
DARIS : Pembaca.
DAROBAH : Melatih
DARY : Orang yang arif.
DIYANAH : Agama.
DUROH : Mutiara.
DZAHAB : Emas.
DZAIKRA : Ingatan.
DZAKIRAH : Yang berdzikir (ingat Allah).
DZULFIQAR : Pengelana, pengembara.

Nama bayi islam awalan huruf F
FAAD : Manfaat.
FA’AL : Membuat.
FADHAL I FADHIL : Keutamaan.
FAHIMAH : Selalu memahami.
FAHRIYAH : Kebanggaan; kemuliaan.
FAHMI : Pemahaman.
FAIQ : Baik.
FAIRUZ : Permata.
FAIZ : Menang.
FAIQAH : Melebihi; mengungguli.
FAIZAH : Pemenang
FAKAR : Pengelana, pemikir.
FAKIH : Ahli hukum.
FALAH : Kemenangan.
FALAJ : Air mengalir.
FALAK : Cakrawala.
FALAKIAH : Ahli perbintangan.
FANI : Bersifat fana, rusak.
FARAH : Kesenangan.
FARAIDH : Pembagian warisan.
FARAQ : Perbedaan.
FARHAN : Suka cita.
FARID : Batu permata.
FARIS : Penunggang kuda.
FARIQ : Jelas perbedaannya.
FARIDAH : Permata yang mahal.
FARIHAH : Gembira sekali.
FARUQ : Yang memisahkan baik dan buruk.
FASAKH : Pembatalan ikatan.
FASIH : Lancar berbicara.
FATAH : Penakluk. kunci pembuka.
FATHONI : Cemerlang.
FATHONAH : Cerdas; pandai.
FATIH : Orang yang menang.
FATIHAH : Pembuka.
FATWA : Petuah; nasihat.
FAUN : Dunia.
FAUZ : Kemenangan.
FAUZAN : Orang yang memperoleh kemenangan.
FAUZI : Memenangkan.
FAUZIAH : Kemenangan secara gemilang.
FAWWAZ : Selalu memperoleh keuntungan.
FIDA : Tebusan.
FIDAH : Perak.
FI’IL : Perbuatan.
FIKRAH : Pemikiran, cita-cita.
FIKRI : Mempunyai cita-cita.
FIRAZ : Singa.
FIRDAUS : Surga.
FIRMAN : Sabda, perkataan.

Nama bayi islam awalan huruf G
GAFAR : Pengampun.
GAFLAT : Kelalaian.
GAIB : Tersembunyi.
GAMAL : Onta.
GANIMAH : Harta rampasan perang.
GHANI : Kaya.
GHALY : Berharga mahal.
GHAIDAH : Berawan
GHALlYAH : Mahal harganya.
GHANIMAH : Penghasilan.
GHANIYYAH : Kaya.
GHARIZAH : Naluri.
GHAZAL : Kijang.
GHAZALI : Secepat kijang.
GHAZAH : Sasaran.
GHAZALAH : Saat matahari terbit.
GHUFRAN : Pengampun

Nama bayi islam awalan huruf H
HABIB : Kekasih, yang dicintai.
HABIBULLAH : Kekasih Allah.
HABLUN : Tali, hubungan
HADAYA : Hadiah.
HADI : Pemberi petunjuk.
HADIL : Suara burung dara.
HADHANAH : Membasuh, kewajiban memelihara.
HADHIRAT : Di hadapan orang yang dimuliakan.
HAFIZH : Penghafal AI Qur’an.
HAITSAM : Anak burung nasar.
HAIBAH : Wibawa.
HAJIB : Penjaga pintu.
HAJIM : Pemotong rambut.
HAJIS : Gerakan hati.
HAKAM : Pengantara, pemutus.
HAMBALI : Mazhab ilmu fikih.
HAMDALAH : Pujian kepada Allah.
HAMUN : Rindu.
HANAFI : Mazhab ilmu fikih.
HANA : Gembira.
HANIF : Tunduk.
HARIS : Cinta, rindu.
HASYIAH : Berada di tepi.
HASAD : Kedengkian.
HASIN : Tertawa.
HASYIS : Candu.
HAUD : Telaga.
HAUDAH : Tenda di atas gajah.
HAUR : Bidadari
HAWIYAH : Neraka yang apinya menyala-nyala.
HAYATI : Berhubungan dengan hidup.
HAZZA : Singa.
HIBAH : Pemberian; pelimpahan.
HIDAYAT : Petunjuk.
HIJAB : Penutup, pembatas.
HIJRAH : Pindah.
HILALAH : Bulan sabit.
HUDA : Peyunjuk.
HUDAI : Bokor besar.
HUDHUD : Burung bermahkota.
HUDUD : Hukum yang telah ditentukan.
HUJAT : Memfitnah
HUJJAH : Alasan, bukti.
HUKAMA’ : Orang-orang cerdik.
HULUL : Ketenangan rohani.
HUMAN : Raja.
HUMAIMAH : Wanita
HURIAH : Kemerdekaan, kebebasan.
HUWAIDAH : Lemah lembut.

Nama bayi islam awalan huruf I
IBADAH : Berbakti kepada Allah.
IBNI : Anak laki-Iaki
IBNU : Anak laki-Iaki dari.
IBRA : Pembebasan dari tanggung jawab.
IBTIDA’ : Permulaan,
IBTIDAIYAH : Tingkat dasar
IBTIHAJ : Kesenangan.
IBTIHAL : Mohon kepada Allah
IBTISAMAH : Senyuman.
IDAH : Masa tunggu; pemberian ikatan.
IFAH : Pengekangan (pengendalian) hawa nafsu.
IFFAT : Mensucikan.
IFTINAH : Cerdas; pandai.
IFTITAH : Pembukaan.
IHDAD : Menahan diri untuk tidak bersolek.
IHRAM : Dalam keadaan bersuci diri, dalam ibadah haji.
IHSAN : Kebajikan.
IHSAS : Mengetahui.
IHWAL : Asal mula.
IJAB : Ucapan penyerahan.
IJABAT : Persetujuan.
IJARAH : Perjanjian.
IJBAR : Pelaksanaan keputusan.
IJLAL : Pengagungan.
IJMA’ : Kesesuaian pendapat.
IJTIHAD : Usaha yang sungguh-sungguh.
IJTIMAIYAH : Disetujui masyarakat.
IKHBAR : Menyampaikan berita.
IKHLAS : Tulus hati.
IKHTIAR : Berusaha; berdaya upaya.
IKHTILAF : Perbedaan.
IKHWAN : Saudara.
IKROM : Kemuliaan, penghormatan.
IKTIDAL : Lurus
IKTIKAF : Berdiam diri di masjid
IKTIRAD : Pengakuan.
IKTISAH : Upaya mencari keuntungan secara halal.
IMAMAH : Kepemimpinan.
IMANI : Keimanan, berpikir sabar (baik).
IMLA : Tulisan khath, berkata keras.
IMTIHAN : Ujian.
IMTINAN : Anugrah Tuhan.
INSYIRAH : Kegembiraan.
IRAFAH : Ramalan.
IRFAN : Pengetahuan.
IRHAB : Berpikir tajam.
IRSYAD : Penunjuk.
IRTIYAH : Kesenangan.
ISBAT : Penyuguhan.
ISLAH : Perdamaian.
ISRAF : Hidup berlebih-lebihan.
ISTIQOMAH : Lurus, teguh pendirian.
ISTIDLAL : Pembuktian.
ISTIFHAM : Penyelidikan.
ISTIGHFAR : Memohon ampunan kepada Allah
ISTIHSAN : Berpegang kepada aturan (pedoman).
ISTIKMAL : Penyempurnaan.
ISTIMA : Pertimbangan.
ISTIQLAL : Merdeka.
ISTISLAH : Bermanfaat, berfaedah.
ISTITHA’AH : Kemampuan.
ISYRAF : Kemuliaan, pengawasan.
ISYTIAK : Perasaan cinta kepada Allah.
ITHAF : Pedang.
I’ZAZ : Kecintaan.
IZDIHAR : Berkilauan.

Nama bayi islam awalan huruf J
JA’AT : Tumbuh-tumbuhan berbunga biru muda.
JABAL : Gunung.
JABAR : Mempunyai kekuasaan dan kekuatan.
JABARIYAH : Aliran ilmu kalam.
JABRAH : Berani serta kuat.
JABRAN : Perbaikan.
JADWAL : Manfaat.
JA’FAR : Unta betina yang banyak air susunya.
JAHIL : Bodoh.
JAIDAH : Leher yang panjang.
JAIS : Diijinkan oleh agama.
JALI : Terang, nyata.
JALIL : Mempunyai kekuasaan yang besar.
JALILAH : Tinggi serta mulia.
JAMILAH : Cantik rupawan.
JAMAL : Indah.
JAMHUR : Ahli ilmu pengetahuan.
JAMIL : Tampan dan gagah, indah.
JANUBI : Kutub selatan, hidup di selatan.
JAUHAR : Intan, benih.
JAUZA’ : Nama bintang gemini.
JAVIER : Terang.
JAWAD : Murah hati
JAWAHIR : Mutiara.
JAZAM : Pemenggal.
JUMRAH : Kerikil
JUNAIDI : Tentara.
JURIAH : Hamba perempuan.
JAUDAH : Indah serta utama.
JAUHARAH : Batu permata.
JUHAIRAH : Lantang serta nyaring.
JUMANAH : Mutiara.
JUNAINAH : Kebun Indah.

Nama bayi islam awalan huruf K
KABIR : Besar, mengayuh.
KADAR = QADAR : Kodrat
KADAM = QADAM : Telapak kaki; orang yang digaji.
KADHIM : Menahan diri.
KADIR = QADIR : Maha kuasa.
KADARIYAH : Mempunyai kekuasaan mutlak.
KAFARAT : Denda yang harus dibayar.
KAFI : Cukup.
KAFIL : Pegasuh, majikan
KAHAF : Goa.
KAIFIAT : Tata cara.
KALIMAH : Ucapan.
KALILAH : Lemah.
KALTSUM : Berwajah cantik.
KAMAL : Kesempurnaan.
KAMAR = QAMAR : Bulan.
KANAAT : Kepuasan hati.
KANJAL : Terhalang.
KANAAH : Menerima, merasa cukup dengan yang ada.
KARAMAH : Kemuliaan, kehormatan.
KARIMAH : Mulia.
KASIDAH : Puji-pujian.
KATIB : Penulis, sekretaris.
KATIBIN : Para penulis.
KATIFAH : Permadani.
KAUBAH : Bintang; pedagang air; gunung.
KAUTSAR : Minuman segar; telaga di surga.
KAZANAH : Ragam.
KAZIMAH : Dapat menahan diri dari amarah.
KHADAM : Pelayan.
KHAFI : Yang tersembunyi.
KHAFID : Orang yang hafal AI-Qur’an.
KHAIR : Baik sekali.
KHAIRIYAH : Baik hati.
KHALIFAH : Penguasa, wakil.
KHALI : Terlepas dari.
KHALILAH : Kesayangan.
KHALID : Kekal abadi
KHALIK : Sabg pencipta.
KHALIL : Kesayangan.
KHALIS : Ikhlas, murni.
KHASHIB : Subur.
KHATIMAH : Penutup, penghabisan.
KHIAR : Pilihan terbaik.
KIMAH : Mempunyai harga.
KHOSYI’ : Orang yang khusyu’ shalatnya.
KHOZIN : Penyimpan harta.
KHULUD : Kabadian.
KUFU : Kesamaan derajat.
KUSALA : Malas.

Nama bayi islam awalan huruf L
LABIB : Yang berakal cerdik.
LABIBAH : Sehat akal.
LAHFAH : Kerinduan.
LAlLI : Malam; mutiara.
LATHIFAH : Lemah lembut.
LAYANAH : Kehalusan.
LEILA : Wanita cantik berambut hitam.
LOGAWI : Bahasa.
LUBANAH : Kebutuhan.
LUSNA : Mentimun.
LUJAIN’ : Perak.
LUJMAH : Bukit yang datar.
LUQMAN : Orang yang bijaksana.
LUQYANAH : Perjumpaan.
LUTHFI : Lembut.

Nama bayi islam awalan huruf M
MA’A : Bersama.
MA’AB : Tempat kembali.
MA’ALI : Kedudukan yang tinggi.
MABRUK : Diberkahi.
MABRUR : Diterima Allah.
MAGRIBI : Sebelah barat.
MAGRUR : Sombong, angkuh.
MAGHRIFAH : Ampunan.
MAHAR : Mas kawin, pemberian.
MAHASIN : Kebaikan, keindahan.
MAHFUL : Yang tersimpan di dalam hati, yang dihafal
MAHABAH : Cinta,perasaan kasih sayang.
MAHMUD : Yang terpuji.
MAHRUS : Yang dijaga.
MAHSA : Bulan kecil.
MAHZHURAT : Larangan agama.
MAIMUN : Yang beriuntung, yang memperoleh berkah.
MAlSAN : Bintang yang cahayanya terang
MAISARAH : Kemudahan, kekayaan.
MAJAS : Melukiskan sesuatu.
MAJD : Kemurahan hati.
MAJDI : Kemuliaan.
MAKARIM : Kemuliaan.
MAKBUL : Diterima.
MAKHDUM : Orang yang dilayani dan dihormati
MAKHRAJ : Tempat keluarnya huruf.
MAKRAMAT : Kemuliaan (kemurahan) hati
MAKRIFAT : Pengetahuan.
MAKRUF : Baik perbuatannya.
MAKSUM : Terpelihara dari dosa.
MAKTAB : Tempat belajar.
MAKTABAH : Perpustakaan.
MAKTUB : Tercantum, tertulis.
MAKUL : Masuk akal.
MALADZ : Tempat penampungati.
MALAK : Malaikat.
MALIK : Yang memiliki, raja.
MALKA : Tempat bertemu.
MAMLAKAT : Kerajaan.
MA’MUM : Aman.
MANAF : Tinggi, gunung yang tinggi.
MANAR : Penunjuk jalan.
MANDIL : Sapu tangan.
MARJIK : Tempat kembali.
MARIYAH : Wanita yang berseri-seri.
MARWAH : Batu permata, batu api
MARWAN : Urusan yang lurus.
MARZUKI : Yang dikaruniai rejeki.
MA’SHUM : Terhindar dari dosa.
MASTUR : Tertutup; dirahasiakan.
MAS’UD : Bahagia.
MASYHUR : Terkenal, kesohor .
MASYITHAH : Wanita suci.
MAU’IZHAH : Petuah, nasehat.
MAULANA : Yang dihormati; penolong kami.
MAUZ : Yang paling hebat.
MAWADDAH : Cintah, kaih sayah.
MIFTAH : Kunci, pembuka.
MUHAMI : Pengacara.
MUADZIN : Tukang (juru) adzan.
MUALIM : Guru, penunjuk jalan.
MUAMAR : Berumur panjang.
MUDASIR : Yang berselimut.
MUDRIK : Berakal, memahami.
MUHIB : Yang mencintai.
MUHSIN : Yang berbuat kebaikan.
MUHTASYAM : Yang mempunyai rasa malu.
MUIN : Penolong.
MUJAHID : Orang yang berjuang membela agama.
MUKADAM : Sesuatu yang didahulukan.
MUKADIN : Yang menempati jabatan sebelumnya.
MUKADIS : Yang mensucikan.
MUKALLAF : Orang yang wajib melaksanakan perintah Allah.
MUKMIN : Orang yang beriman.
MUKTABAR : Terhormat, mulia.
MUKTAZILAH : Yang mengasingkan diri.
MULAZAMAH : Memohon terus menerus.
MUNZIR : Pemberi peringatan.
MURSYID : Pemberi petunjuk jalan.
MURTADHO : Yang diridhoi.
MUSTAFA : Pilihan.
MUSTAJAB : Terkabul doanya.

Nama bayi islam awalan huruf N
NABA : Berita besar.
NABATAH : Pohon.
NABIGHAH : Pohon kurma yang baik, besar, mulia.
NABILAH : Mahir; cerdas.
NABTUN : Rumput.
NADA : Embun.
NADIAH : Awal dari sesuatu.
NADIRAH : Jarang.
NADHIF : Suci (bersih).
NADHIR : Indah dan elok.
NADZAR : Janji.
NAFI : Penolakan, peniadaan.
NAFI’ : Orang yang memberi manfaat.
NAFIL : Sunat, tambahan.
NAFIS : Berharga.
NAFSI : Mementingkan diri sendiri.
NAFLAH : Bungan matahari.
NAHAR : Siang hari.
NAHIL : Aliran air.
NAHDAH : Tinggi; mulia.
NA’IL : Anugrah, karunia.
NAILAH : Yang suka memberi.
NAIFAH : Berkedudukan tinggi.
NAJAH : Keselamatan.
NAJAT : Selamat.
NAJDAH : Keberanian.
NAJI : Selamat.
NAJIB : Utama, mulia.
NAJIBAH : Bernilai.
NAJMI : Bintang.
NAJWAN : Berbisik.
NAKHLAH : Orang besar dan pandai.
NAKHWAN : Keberanian.
NAQA’ : Bersih, jernih.
NAQU : Bersifat dasar hukum Islam.
NAQIYYAH : Sangat jernih.
NASAB : Keturunan.
NASHIF : Adil.
NASHIR : Penolong.
NASHIROH : Penolong kaum lemah.
NASIM : Semilirnya angin.
NASMAH : Angin sepoi-sepoi.
NASY’AT : Pertumbuhan.
NASYWAN : Gembira memperoleh kemenangan.
NASYIAH : Perkembangan
NASYWA : Kegembiraan.
NAUF : Tinggi.
NAWAR : Yang dapat melepaskan diri dari keraguan.
NAWWAR : Sangat terang, pemberi cahaya.
NAURAH : Bunga.
NAZAR : Janji, sumpah.
NAZHIM : Pengarang.
NIBRAS : Pemberani; pelita.
NIDHAL : Bagus pertahanannya.
NIDA’ : Seruan.
NIJAD : Berleher panjang.
NIKMAH : Enak kehidupannya.
NIZAR : Sedikit bicara.
NUDHAR : Emas, perak.
NUHAD : Berambisi memerangi lawan.
NUJUD : Cerdas.
NU’MAN : Kenikmatan hidup.
NURUDDIN : Cahaya agama.
NUR : Cahaya.
NURAINI : Cahaya mataku.
NUZUL : Turun.

Nama bayi islam awalan huruf Q
QADAMA : Dahulu, pemberani.
QAADA : Penuntun, patokan.
QAAL : Berkata, bersabda.
QAAMA : Berdiri tegak.
QABBALA : Mencium.
QADIMA : Terdahulu, telah datang.
QAIDATU : Aturan, patokan.
QAIS : Tinggi dan kuat.
QAIDAH : Pemimpin, pertokoan.
QALADU : Pembuat kuah.
QAMAR : Rembulan.
QAMARIAH : Berdasarkan bulan.
QANITAH : Taat, berbakti.
QARI’ : Orang laki-Iaki yang membaca AI-Our’an.
QARIBU : Yang sangat sejuk.
QARIBAH : Dekat.
QARIRAH : Pandangan yang sejuk (menyenangkan)
QASAM : Sumpah.
QASAMAH : Keindahan dan kecantikan.
QASAR : Meringkas.
QASIIM : Yang bahagia, molek.
QASIM’ : Gagah, orang yang membagi.
QASIRU : Bergemuruh.
QASYUR : Musim kemarau.
QATA’A : Menyeberangi.
QATHAFA : Memetik.
QATHARATU : Setetes.
QATHUN : Hanya, tidak ada yang lain.
QATRUNADA : Tetesan embun.
QAZUN : Sutera.
QAZZAAZUN : Penjual sutera.
QINDIIL : Pelita.
QIRAB : Sarung pedang.
QIRMIDUN : Dinding. tembok.
QISMUN : Sebagian.
QITHAUN : Sebagian malam.
QIYAMULLAIL : Bangun malam, bertahajjud.
QUDS : Suci.
QUFLUN : Kunci.
QURRATU’AIN : Sedap dipandang mata.
QURUNUL BAHRI : Mutiara.
QUYUNUN : Tukang besi.

Nama bayi islam awalan huruf R
RAAD : Petir, halilintar.
RABAB : Awan pitih.
RABA’AH : Berperawakan anak.
RABANA : Wahai Tuhan kami.
RABIT : Terlepas.
RABITH : Ikatan, perkumpulan.
RABULIZAT : Tuhan yang memiliki keagungan.
RABI’AH : Keempat; subur.
RABIHAH : Yang beruntung.
RADA’AH : Menyusun.
RADAH : Menghabiskan.
RAFI : Yang tinggi, mulia.
RAFID : Penolong.
RAFIF : Berakhlak baik.
RAFI’I : Tinggi derajatnya.
RAFIQ : Teman, yang halus.
RAFIQA : Istri; teman.
RAHIMA : Rahmad Allah.
RA’ID : Perintis.
RAIF : Sangat penyayang.
RAIDAH : Semilirnya angin.
RAIHANAH : Wanita yang baik jiwanya.
RAKHA’ : Enak kehidupannya.
RAMZIYAH : Isyarat.
RAMADHAN : Bulan puasa ramadhan.
RANIAH : Mempesona.
RASIKAH : Yang kuat dan tegar.
RAQHUB : Yang sanggup menyenangi sesuatu.
RAQQAT : Kasih sayang.
RATIB : Tingkatan, tang tetap.
RAWI : Orang yang meriwayatkan.
RIADAH : Mengendalikan hawa nafsu.
RIDHA : Ikhlas, rela, senang hati.
RIDWAN : Kerelaan.
RIFA’ : Setuju, sepakat, mufakat.
RIFA’AT : Tinggi martabatnya.
RIFDAH : Pemberi pertolongan.
RIFQI : Kawan pedamping.
RIHLAH : Gemar bepergian.
RIJAL : Orang laki-Iaki.
RIYADH : Taman.
RIZQ : Rejeki, pemberian.
RISQULLAH : Rejeki dari Allah.
RODAT : Nyanyian.
ROFIQ : Nyanyian
ROFI’AH : Berderajat tinggi.
ROFILAH : Anggun.
ROHIDAH : Lembut.
ROHMAT : Kasih sayang Allah.
ROIQOH : Bening.
ROJA : Harapan.
ROQIQOH : Tipis, lembut.
ROSYAD : Memberi petunjuk.
RUAH : Seruan.
RUSYDI : Petunjuk jalan yang lurus.
RUZZA : Nasi.
RUWAIDAH : Berhati-hati.

Nama bayi islam awalan huruf S
SA’ADAH : Yang berbahagia.
SA’ADAT : Yang memperoleh kebahagiaan.
SAAT : Waktu, masa.
SABAR : Tenang, tidak mudah.
SABAS : Baik, bagus.
SABAT : Sabtu, hari ke tujuh.
SABIL : Jalan.
SABIQ : Yang mengalahkan.
SADID : Benar.
SA’DUN : Bahagia.
SAFAAT : Pertolongan.
SAFAR : Bulan safar, bulan kedua hijriah.
SAFI : Jujur, tulus hati
SAFSAH : Tandus.
SAHID : Orang yang mati mempertahankan agama.
SAHIH : Sempurna, tiada cela.
SAHIR : Ahli sihir.
SAHL : Mudah.
SA’ID : Bahagia.
SAIF : Pedang.
SAIFANI : Pedang kembar.
SAIFULLAH : Pedang Allah.
SAJID : Orang yang sujud kepada Allah.
SAKHAWAT : Kemurahan hati
SAKHI : Murah hati
SAKUR : Bersyukur, berterima kasih.
SALADIN : Kebaikan sahabat.
SALAF : Terdahulu.
SALAM : Selamat sejahtera.
SALAMAH : Keselamatan.
SALATIN : Sultan, pemimpin.
SALEH : Taat dan sungguh-sungguh.
SALIM : Selamat, terhindar dari bahaya.
SALMA : Keselamatan.
SALMAN : Yang selamat.
SALSABILA : Mata air dari surga.
SALWA : Madu.
SAMAWI : Berhubungan dengan langit.
SANAD : Sandaran
SANAWI : Tingkat menengah.
SANI : Mulia, luhur, indah.
SANIK : Sesuatu yang menjadikan.
SAUM : Berpuasa.
SAYID : Tuan.
SHABRI : Kesabaran.
SHABIRAH : Penyabar.
SHABUR : Penyabar.
SHABUNA : Berseri-seri wajahnya.
SHADWAH : Kebangkitan.
SHADUQ : Yang selalu benar.
SHAFI : Kejernihan, pulih.
SHAFWAN : Jernih dan cerah.
SHAFWAT : Yang paling baik.
SHAFY : Sahabat karib.
SHAFHAH : Pemaaf.
SHAFIYYAH : Jernih; kawan tulus ikhlas.
SHAFWAH : Sahabat yang aktab.
SHAHIBAH : Istri; pendamping.
SHAHIB : Sahabat, pemilik.
SHAIB : Yang benar.
SHALAH : Perbaikan.
SHALEH : Baik.
SHALEHAH : Baik.
SHAMID : Teguh, tegar.
SHARIM : Berani, kuat.
SHIDlQ : Selalu membenarkan.
SHIDQI : Benar.
SHUBAH : Elok, indah.
SUHAILAH : Suka mengalah.
SHUMUD : Keteguhan hati
SHAFIQAH : Yang sangat lemah lembut.
SHAHADA : Saksi, elok, cantik, mulia, utama.
SIRAT : Jembatan.
SU’ADA : Bahagia.
SUHAIL : Nama bintang.
SUHIR : Nama bintang.
SUJUD : Berlutut.
SUKUR : Bertrima kasih kepada Allah.
SULBI : Pinggang.
SULTHAN : Pemimpin, sultan.
SUNAH : Jalan yang biasa ditempuh.
SUMAYYAH : Kebanggaan.
SURUR : Kegembiraan.
SYABAH : Tidak terang, menyerupai.
SYABAS : Dinyatakan baik (bagus).
SYAFA’AT : Pertolongan, bermanfaat.
SYAHID : Orang yang menegakkan agama, mati syahid.
SYAHIR : Mashur, terkenal.
SYAMSI : Matahari.
SYAMSIR : Pedang.
SYAHLA : Mata yang kebiru-biruan.
SYAHRIYAH : Bulanan.
SYAKIRAH : Orang yang bersyukur (berterima kasih).
SYARIF : Mulia.
SYAUQIYAH : Kerinduan.
SYUHADA’ : Orang yang syahid, saksi kebenaran Islam.
SYU’LAH : Lentera; obor; pelita.
SYURUG : Timur, terbit.
SYIFA’ : Penawar, penyembuh.
SYU’A : Sinar matahari, sinar rembulan.

Nama bayi islam awalan huruf T
TA’AB : Mau bersusah payah.
TA’ARUF : Perkenalan.
TA’ASUB : Fanatik.
TABARAK : Mendapat berkah. Maha suci.
TABIAT : Sifat asli.
TABI’I / TABI’IN : Pengikut ajaran Rasulullah.
TABLIG : Menyampaikan (menyiarkan) agama Islam.
TADBlR : Mengelola.
TADWIN : Pendaftaran
TAFADHAL : Mempersilakan.
TAFAKUR : Renungan, memikirkan
TAHBIS : Mensucikan, memberkati.
TAHIR : Bersih, suci, murni. .
TAHKIM : Keputusan.
TAHLIL : Pujian, menuhankan Allah.
TAHMID : Memuji kepada Allah.
TAHSIL : Mengumpulkan hasil.
TAHSIN : Memperbaiki, mempercantik
TAHARAH : Bersuci.
TAHIVVAH : Kehormatan.
TAHNIAH : Ucapan selamat.
TAJRIBAH : Percobaan.
TAIBAH : Orang yang bertobat.
TAISIR : Kemudahan.
TAJ : Mahkota.
TAJALI : Tersingkap, terbuka.
TAJARUD : Kebebasan.
TAJDID : Pembaruhan.
TAJUDDIN : Mahkota agama.
TAJUSATIN : Mahkota raja-raja.
TAJWID : Ilmu membaca dengan tepat dan benar.
TAKAD : Tahan menderita.
TAKBIR : Memaha besarkan Allah.
TAKDIR : Ketetapan Allah.
TAKHLlK : Penciptaan.
TAKJIL : Mempercepat.
TAKJUB : Kagum.
TAKLIF : Penyerahan beban.
TAKRIM : Penghormatan.
TAKWIL : Penjelasan.
TAKWIN : Menjadikan.
TAKYIN : Penjelasan.
TAKZIM : Hormat dan sopan.
TALQIN : Membisikkan kalimat syahadat.
TALABIAH : Memenuhi panggilan Allah, menyatakan niat.
TALITHA : Gadis.
TAMADUN : Kemajuan
TAMAN : Rajin, sempurna.
TAMAR : Buah kurma.
TAMAT : Berakhir.
TAMIM : Memiliki daya cipta yang sempurna.
TAMIMAH : Perlindungan.
TANWIR : Penerang, petuah, nasehat.
TARHIM : Seruan waktu subuh.
TA’RIF : Pengertian.
TASAMUF : Kelapangan dada.
TASAWUF : Mengenal Tuhan lebih dekat.
TASBIH : Bertasbih, mensucikan Allah.
TASLIM : Berserah diri kepada perintah Allah.
TASWIR : Lukisan.
TAUFAH : Pelupa.
TAUFIQ : Pertolongan Allah.
TAUHID : Kemurnian iman, keesaan Tuhan.
TAULIAH : Pengangkatan menjadi wali.
TAWADHU’ : Rendah hati.
TAWAJUH : Menghadapkan wajah kepad Allah.
TAYIB : Baik, bagus.
TAYIBAH : Baik, bagus.
TAZKIRAH : Peringatan dari Allah.
TSABITAH : Lurus, pemberian.
TSABIT : Yang tetap.
TSAMIN : Tinggi harganya, delapan.
TSAMARAH : Buah-buahan.
TSANY : Kedua.
TSANA : Pujian.
TSARWAH : Kekayaan.
TSAQIB : Jitu.
TSAQIF : Yang sangat pandai.
TSARWAT : Kaya.
TSURAYA : Nama bintang.
TUFAH : Buah apel.
TUHFAH : Tanda mata pemberian berharga.
TUMAMAH : Kesempurnaan bagian sesuatu.
TURFAT : Kemewahan.

Nama bayi islam awalan huruf U – W
UBAIDAH : Menyerahkan segalanya kepada Allah.
UFUK : Kaki langit.
UJUB : Rasa bangga.
UZTAZ : Guru agama (Iaki-Iaki)
USTAZAH : Guru agama (perempuan).
UZLAH : Mengasingkan diri untuk beribadah semata.
WA’ADAH : Perjanjian.
WABARAKAH : Dan memperoleh berkah.
WADI’ : Yang tenang.
WADUD : Yang maha kasih sayang
WAFI : Sempurna.
WAFA : Setia.
WAHI : Wahyu.
WAHID : Pemberi.
WAHYU : Petunjuk dari Allah.
WA’ID : Ancaman.
WAJIH : Orang yang mempunyai kedudukan.
WALIUDDIN : Penolong agama.
WALY : Penolong
WARAD : Bunga.
WARID : Beribadah.
WASIM : Rupawan.
WATHAN : Tanah air, tanah tumpah darah.
WASILAH : Perantara, pertalian.
WIAM : Kebersamaan dalam suka dan duka.
WIDAD : Cinta kasih, kasih sayang.
WIDHAH : Waktu subuh yang temaram,
WIFA’ : Persetujuan,
WIJDAN : Perasaan, kegembiraan, kasih sayang, kekayaan.
WIJDANIAH : Pencapaian melalui batin.
WISAM : Bintang tanda jasa.
WUJUD : Ada.

Nama bayi islam awalan huruf Y
YAASIR : Orang yang mudah.
YADI : Tangan, kekuasaan.
YAFI : Tinggi dan terhormat.
YAFIAH : Mudah dan tinggi.
YAHUDA : Orang yahudi.
YAMAMAH : Yang mempunyai tujuan.
YAMNAH : Yang berada di kanan.
VASSAR : Banyak kemudahan.
YASYKUR : Yang bersyukur.
YATIM : Tidak beribu atau berayah.
YAQUTAH : Batu permata yang sangat mahal.
YASAMINAH : Bunga Yasmin.
YAZID : Semakin bertambah.
YUMNA : Yang memperoleh berkah,
YUSRIYAH : Yang sangat mudah, yang sangat kaya.
YUSR : Kemudahan, kekayaan.

Nama bayi islam awalan huruf Z
ZAAD : Menambah.
ZABAH : Menyembelih
ZABIB : Buah anggur kering.
ZADAH : Terpandang.
ZAHID : Hanya beribadah tidak memikirkan urusan dunia.
ZAHRAN : Berkilauan.
ZAIDUN : Tambahan yang banyak.
ZAIDAH : Tambahan, yang berkembang.
ZAIM : Pimpinan kaum.
ZAIN : Hiasan, bagus.
ZAINAL ABIDIN : Kebaikan para penyembah Allah.
ZAINUDDIN : Kebagusan agama.
ZAKI : Bersih, membersihkan diri.
ZAKIAH : Murni dan bersih.
ZARAH : Ziarah, berkunjung
ZARIAT : Keturunan.
ZARIFAH : Bibit.
ZURIAH : Keturunan.
ZAUHAIR : Bercahaya, keindahan.
ZAWIAT : Surau, musollah.
ZAYYAN : Yang sangat elok wajahnya.
ZHAN : Prasangka, kecurigaan.
ZILULLAH : Bayangan Allah.
ZIARAT : Berkunjung ke tempat keramat.
ZIKIR : Mengingat Allah.
ZIRNIKH : Racun senjata.
ZIYAD : Sesuatu kelebihan.
ZUFAR : Pembrani.
ZUHRAH : Keelokan.
ZUHUD : Tidak terbuai keduniaan.
ZURIAH : Keturunan.

Sekian sedikit berbagi ilmu dari kami solehaqiqah. Barokallohufiik…

nama bayi islam

Untuk info aqiqah atau pesan aqiqah anak :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136
Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang
Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561

Dalil tentang aqiqah lengkap dan shohih

Dalil tentang aqiqah lengkap dan shohih sebagai pedoman pelaksanaannya. Sebelum melakukan akikoh, alangkah baiknya mengetahui tentang dalilnya. Bukan sekedar meniru atau taklid buta terhadap kebiasaan aqiqah yang ada di masyarakat. Berikut kami sajikan beberapa dalil tentang aqiqah yang shohih.

Dalil tentang aqiqah No.1 : Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]. Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent].

Dalil tentang aqiqah No.2 : Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Dalil tentang aqiqah No.3 : Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

Dalil tentang aqiqah No.4 : Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

Dalil tentang aqiqah No.5 : Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)].

Dalil tentang aqiqah No.6 : Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].

Dalil tentang aqiqah yang dhoif

“Dari Aisyah berkata : Dahulu ahlul kitab pada masa jahiliyah, apabila mau mengaqiqahi bayinya, mereka mencelupkan kapas pada darah sembelihan hewan aqiqah. Setelah mencukur rambut bayi tersebut, mereka mengusapkan kapas tersebut pada kepalanya ! Maka Rasulullah bersabda : “Jadikanlah (gantikanlah) darah dengan khuluqun (sejenis minyak wangi).” [Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5284), Abu Dawud (2743), dan disahihkan oleh Hakim (2/438)].

Al-‘Allamah Syaikh Al-Albani dalam kitabnya “Irwaul Ghalil” (4/388) berkata : “Mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam.”

Al-‘Allamah Imam Syukhani dala, kitabnya “Nailul Aithar” (6/214) menyatakan : “Jumhur ulama memakruhkan (membenci) at-tadmiyah (mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah)..”

Sedangkan pendapat yang membolehkan dengan hujjah dari Ibnu Abbas bahwasannya dia berkata : “Tujuh perkara yang termasuk amalan sunnah terhadap anak kecil…dan diusap dengan darah sembelihan aqiqah.” [Hadits Riwayat Thabrani], maka ini merupakan hujjah yang dhaif dan mungkar.

1. Bahwasannya Rasulullah bersabda : “Janganlah kalian menghancurkan tulang sembelihannya.” [Hadist Dhaif, karena mursal terputus sanadnya, Hadits Riwayat Baihaqi (9/304)]
2. Dari Aisyah dia berkata : “….termasuk sunnah aqiqah yaitu tidak menghancurkan tulang sembelihannya..” [Hadist Dhaif, mungkar dan mudraj, Hadits Riwayat. Hakim (4/283]

Kedua hadist diatas tidak boleh dijadikan dalil karena keduanya tidak shahih. [lihat kitab “Al-Muhalla” oleh Ibnu Hazm (7/528-529)].

Demikian uraian dalil tentang aqiqah. Diharapkan sebelum melaksanakan sebuah ibadah terutama aqiqah anak, ilmu merupakan kuncinya. Sehingga kita semua terhindar dari amalan yang sia – sia. Barokallohufiik…

Dalil tentang aqiqah lengkap dan shohih

Sangatlah mudah untuk mendapat layanan dari solehaqiqah. Cukup dengan sms atau phone ke :

0822 6565 22222 Pak Mudzakir
layanan aqiqah 24 jam.

Apa itu aqiqah ? dijawab dengan lengkap

Apa itu aqiqah ?, sebenarnya mudah dan penting. Bagi Anda yang sudah dikarunia anak mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga Anda. Namun bagi Anda yang belum, tentunya bertanya – tanya. Aqiqah sangat erat hubungannya dengan perayaan hadirnya putra maupun putri. Diberbagai refrensi bacaan, penamaan aqiqah biasa pula disebut aqiqoh, akekah, aqeqah, akikah, nasikah ( sembelihan ) dan lain sebagainya.

Apa itu aqiqah

Apa itu aqiqah, bagaimana dan kapan

Apa itu aqiqah?, berikut uriannya. Aqiqah adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai penggadaian (penebus) seorang bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadits. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus adalah artinya adalah akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir.

Aqiqah anak merupakan ibadah yang syarat akan nilai-nilai Uluhiyah. Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan lain sebagainya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.” Selanjutnya Ibnu Qayyim rahimahullah berkata : “Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama.” Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).

Setelah apa itu aqiqah?, mungkin muncul pertanyaan lagi bagaimana pelaksanaannya?. Berikut tatalaksana aqiqah sebagi bekal pelaksanaannya. Untuk anak putra diutamakan dengan dua kambing dan putri satu ekor kambing. Dengan menyembelih atau memotong kambing yang syar’i, sudah sah ibadah aqiqah untuk sibuah hati. Ketika menyembelih kambing di hari yang sama mencukur rambut sang bayi ini juga diutamakan. Untuk bacaan menyembelih kambing dengan “Bismillahi wa Allahu Akbar”, Selanjutnya ditambah dengan nama anak bin bapak.

Kemudian apa itu aqiqah, bagaimana, dan sekarang kapan waktunya?. Coba simak hadits berikut ini, Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]. Dari dalil demikian, jelas pelaksanaan aqiqah utama pada hari ke tujuh. Bila tidak bisa pada hari ke tujuh, boleh dilaksanakan setelahnya.

Demikian sedikit mengenai apa itu aqiqah. Semoga bisa menjadi pencerahan Anda dalam belajar tentang islam. Barokallohufiik…

Untuk info dan pesan aqiqoh bisa hubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136
Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang
Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561

Waktu pelaksanaan aqiqah yang utama

Waktu pelaksanaan aqiqah yang utama adalah tujuh hari setelah lahirnya si buah hati Anda. Berikut dalil tentang pelaksanan aqiqah. Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Waktu pelaksanaan aqiqah dengan perhitungannya

Waktu pelaksanaan aqiqah dengan perhitungannya yang tepat. Apabila tidak bisa mengaqiqahi pada hari ke tujuh bisa pula pada hari ke 14 dan seterusnya. Ini sesuai dengan landasan hadits dibawah ini.

Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya “Fathul Bari” (9/594) : “Sabda Rasulullah pada perkataan ‘pada hari ketujuh kelahirannya’ (hadist no.2), ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqoh itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya. Bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Beliau berkata : “Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya.”

Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.35. Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” 7/527.

Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14, jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalm kitab “As-Shagir” (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah :

“Kurban untuk pelaksanaan aqiqah, dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21.” [Penulis berkata : “Dia (Ismail) seorang rawi yang lemah karena jelek hafalannya, seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam ‘Fathul Bari’ (9/594).” Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj].

Dari penjelasan detail mengenai pendapat ulama dapat disimpulkan. Ibadah aqiqah yang paling utama adalah niat dan ikhlas, kemudian dilaksanakan pada hari ke tujuh. Bila Anda tidak bisa tepat pada harinya yang utama, boleh pula melaksanakannya setelah hari tersebut.

Sebagai misal putra atau putri Anda lahir tanggal 1 siang. Maka pelaksanaanya pada tanggal 8 antara subuh sampai maghrib. Bila setelah maghrib sudah hari yang kedelapan. Demikian yang kami fahami masalah hari ke tujuh untuk waktu pelaksanaan aqiqah. Apabila ada salah mohon dikoreksi.

Untuk info atau pesan aqiqah bisa menghubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir.

Waktu pelaksanaan aqiqah yang utama

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136
Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang
Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561.

Barokallohufiik…

Hukum akikah anak dengan dalil yang kuat

Hukum akikah anak dengan dalil yang kuat sebagai pijakan dalam berbuat. Sebelum melaksanakan aqiqah, tentunya Anda ingin memiliki dasar – dasar yang kuat. Sebuah amalan diterima dan ditolak ada 2 penentu utama. Yang pertama ikhlas karena mengharap ridhonya, dan yang kedua adalah sesuai yang dicontohkan Rosullulloh SAW.

Begitu pula dengan ibadah aqiqah, sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran putra atau putri Anda. Yang pertama niat ikhlas untuk melaksanakan ibadah aqiqah untuk si buah hati Anda. Selanjutnya cara yang benar dibarengi dengan hukum akikah anak yang syar’i.

Hukum akikah anak adalah sunnah

Hukum akikah anak adalah sunnah yang diutamakan. Sampai – sampai bila tidak memiliki budget, bisa dan boleh untuk berhutang sesuai kemampuan. Saking pentingnya hukum akikah anak, ada pula ulama yang mewajibkannya. Dengan berdasarkan hadits di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya disembelihkan (kambing) pada hari ke tujuh, diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad dari Samurah dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa’: 1165).

Namun jumhur ulama ( mayoritas ulama ) memberikan hukum akikah anak adalah sunnah muakkadah yakni sunnah yang diutamakan. Berikut kami sampaikan tentang dalil – dalil akikah. Hadits dibawah ini bisa sebagai rujukan Anda ketika akan melaksanakan ibadah akikah.

Hukum akikah anak dalil Pertama : Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani. Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah].

Dalil yang kedua :Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Selanjutnya Hadist ketiga :Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

Keempat :Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

Hadist kelima :Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)].

Dan yang terakhir atau Keenam tentang hadits tentang aqiqah :Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].

Dari dalil- dalil aqiqah yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum akikah anak dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. Hukum akikah adalah SUNNAH MUAKKADAH ( YANG DIUTAMAKAN ), Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213) : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi : “.berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”

Demikian ilmu tentang akikah, semoga berfaedah untuk melaksanakannya… Amin.

Hukum akikah anak dengan dalil yang kuat

Kami Solehaqiqah adalah layanan spesialis aqiqah dengan misi utama memberikan jasa atau pelayanan yang mudah dan barokah. Makna kata spesialis aqiqah anak adalah mencakup keseluruhan dalam ibadah aqiqah. Mulai dari jual-beli kambing aqiqah yang syar’i hingga pengiriman masakan aqiqah siap saji ( nasi kotak ) sampai ketempat tujuan Anda.

Bayangkan betapa repotnya jika anda cari kambing aqiqah sendiri, menyembelihnya sendiri dan mengolahnya sendiri. Tidak hanya banyak uang yang anda keluarkan, tapi juga tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, langkah yang bijak Anda memesan paket sate atau tongseng, gulai dan tengkleng solo di perusahaan Solehaqiqah milik kami.

Untuk info atau pesan aqiqah hubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir
layanan aqiqah 24 jam

Hadits tentang aqiqah untuk anak

Hadits tentang aqiqah untuk putra atau putri Anda. Landasan sebuah amalan ibadah adalah Al qur’an dan Hadits. Begitu pula dengan akikah yang merupakan ibadah yang sudah ditentukan dalam Islam. Aturan atau tatacaranya sudah diatur, sehingga kita tidak perlu menambahi dan menguranginya.

Hadits tentang aqiqah untuk anak

Hadits tentang aqiqah ada enam

Hadits tentang aqiqah ada enam yang utama. Hadits merupakan perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadits dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur’an, dalam hal ini kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Berikut enam hadits tentang aqiqah.

Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).

Dalil aqiqah pertama : Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani. Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah,

Dalil aqiqah yang kedua :Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Hadits ketiga :Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

Selanjutnya hadits tentang aqiqah keempat :Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

Hadist kelima :Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)].

Keenam tentang hadits tentang aqiqah :Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dari dalil- dalil aqiqah yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. HUKUM AQIQAH adalah SUNNAH MUAKKADAH ( YANG DIUTAMAKAN ), Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213) : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi : “.berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”

Kami, Solehaqiqah merupakan layanan ibadah aqiqah untuk anak Anda. Dengan tujuan utama bisa untuk kontribusi dalam perkembangan islam di Indonesia. Pelayanan kami berusaha mempermudah dalam berbagai pengadaan aqiqah. Mulai dari menyediakan kambing terjangkau, hingga pengiriman kerumah Anda dengan sebaik-baiknya. Ibadah aqiqah merupakan jalan kami untuk memberikan pelayanan terbaik untuk Anda. Semoga dengan hadirnya solehaqiqah bisa memudahkan Anda dalam melaksanakan aqiqoh yang syar’i.

Hadits tentang aqiqah untuk anak solehaqiqah

Untuk informasi, pertanyaan atau pesan aqiqah dapat menghubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir

Alamat jasa aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136. Melayani aqiqah di kota solo, sragen, boyolali, karanganyar, aqiqah klaten, layanan aqiqah wonogiri hingga sukoharjo. Untuk wilayah jawatimur diantaranya ngawi, magetan dan madiun.

Alamat jasa aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang. Melayani kota seperti layanan aqiqah salatiga, purwodadi, grobogan, aqiqah ungaran dan semarang. Untuk daerah yang lebih luas seperti pati, blora, demak dan kendal.

Alamat jasa aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561. Meliputi layanan aqiqah sleman, aqiqah gunungkidul dan jasa aqiqah bantul. Bisa juga mengirim ke kota kulonprogo dan semuanya gratis biaya pengiriman.

Doa akikah sesuai sunnah

Doa akikah sesuai sunnah yang diajarkan rosullulloh. Dalil yang shohih menyebutkan tentang doa akikah terdapat satu hadist. Yakni berhubungan dengan penyembelihan dan pemotongan kambing atau domba. Ini sesuai yang kami pahami, yang dikumpulkan dari berbagai literatur.

Doa akikah ketika akan menyembelih kambing

Doa akikah ketika akan menyembelih kambing yang hanya diperuntukkan kepada Allah Ta’ala. Firman Allah Ta’ala : “Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah” [Al-Maidah : 4]. Dan juga Firman Allah Ta’ala : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan.” [Al-An’am : 121].

Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan doa akikah : “Bismillahi wa Allahu Akbar”.

Doa akikah sesuai sunnah

Masih berhubungan dengan doa akikah, berikut kami lampirkan tentang bahagianya dengan lahirnya si buah hati. Semoga bisa bermanfaat ketika Anda diberi anugrah seeorang bayi. Dengan tatacara yang syar’i dalam menyambutnya.

Untuk yang pertama adalah dengan mentahniknya (melakukan tahnik kepada bayi yang baru lahir). Di antara perkara yang disyariatkan terhadap bayi yang baru lahir adalah mentahniknya. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa, ia berkata:
“Aku dikaruniai seorang anak, aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu Beliau memberi nama Ibrahim, kemudian mentahniknya ( yaitu menggosok-gosokan langit-langit mulut bayi ) dengan kurma. dan mendoakan keberkahan kepadanya dan mengembalikannya kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tahnik yakni melunakkan kurma dengan cara dikunyah-kunyah, kemudian digosokkan ke langit-langit mulut bayi atau anak setelah lahir atau beberapa saat setelah lahir. Caranya dengan meletakkan sedikit kurma yang telah dilembutkan di jari tangan, lalu masukkan ke dalam rongga mulut anak kemudian degerakkan ke kanan dan ke kiri.

Kemudian tahapan yang Kedua yaitu memberi nama dengan nama yang baik. Memberi nama dilakukan pada hari ke tujuh dari hari kelahirannya, di mana Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya disembelihkan (kambing) pada hari ke tujuh, diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad dari Samurah dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa’ no. 1165).

Atau bisa juga pada hari kelahirannya atau sebelum hari ke tujuh dari kelahirannya. Hal ini berdasarkan hadits di antaranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah lahir anakku pada malam ini, aku memberinya nama dengan nama bapakku Ibrahim.” (HR. Muslim).

Hendaklah orang tua memberi nama anaknya dengan nama-nama Islami, nama-nama yang baik. Seperti nama Abdullah atau Abdurrahman. Ini adalah nama yang paling disukai Allah Ta’aala, berdasarkan sebuah hadits di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya nama kalian yang paling Allah cintai adalah Abdullah dan Abdurrahman.” (HR. Muslim). Lalu yang selanjutnya nama-nama yang menghambakan kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang lain selain dari kedua nama di atas. Seperti Abdul Jabbar, Abdul Wahhab dan yang lainnya. Setelah itu nama para nabi dan Rasul. Dan urutan berikutnya nama-nama orang-orang shalih bisa dari kalangan shahabat, ulama dan yang lainnya. Umar, Utsman, Ali, Anas, Muawiyah atau yang lainnya. Adapun untuk nama perempuan seperti Khadijah, Aisyah, Fatimah, Asma’, Hafshah dan yang lainnya.

Ketiga dengan melaksanakan ibadah aqiqah yang syar’i. Hukum aqiqah adalah wajib menurut pendapat yang lebih kuat Insya Allah, hal ini berdasarkan sebuah hadits di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya disembelihkan (kambing) pada hari ke tujuh, diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad dari Samurah dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa’:1165).

Adapun waktu pelaksanaannya pada hari ke tujuh dari kelahiran anak. Selama ada kemampuan melakukannya pada hari ke tujuh, maka diusahakan untuk melakukannya, tetapi jika tidak ada kemampuan pada hari ke tujuh maka boleh setelahnya. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing. Hal ini sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, Ahmad dan dishahihkan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa’ : 1166).

Keempatdengan mencukur rambut anak yang dilahirkan. Hal ini sebagaimana hadits yang telah disebutkan di atas, dan juga dalam hadits yang lain di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukurlah rambut kepalanya dan bersedekahlah dengan perak seberat timbangan rambutnya untuk orang miskin.” (HR. Ahmad no. 27183 dan dihasankan oleh syaikh al-Albani di Irwa’ no. 1175).

Kelima dengan dikhitan atau disunat. Di antara perkara yang disyariatkan terhadap anak yang dilahirkan adalah dikhitan. Baik anak laki-laki ataupun perempuan. “Fitrah adalah lima – atau lima hal termasuk dari fitrah- khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, menggunting kuku, dan menggunting kumis.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Sedangkan waktu berkhitan, maka disunnahkan pada hari ke tujuh dari kelahiran anak, dan boleh hari sebelum dan sesudahnya sampai usia baligh. Apabila sudah mendekati usia baligh hukumnya wajib untuk dikhitan.

Demikian sedikit doa akikah plus cara menyambut hadirnya bayi. Sengaja kami mengambil kutipan sedikit demi sedikit karena sikap hati – hati. Semoga dengan benar – benar dan kesungguhan melaksanakan aqiqah dengan cara yang syar’i, sibuah hati bisa menjadi orang yang soleh ataupun solehah… Amin.

Untuk info aqiqah bisa menghubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136. Melayani aqiqah di kota solo, sragen, boyolali, karanganyar, aqiqah klaten, wonogiri hingga sukoharjo. Untuk wilayah jawatimur diantaranya ngawi, magetan dan madiun.

Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang. Melayani kota seperti salatiga, purwodadi, grobogan, aqiqah ungaran dan semarang. Untuk daerah yang lebih luas seperti pati, blora, demak dan kendal.

Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561. Meliputi layanan aqiqah sleman, aqiqah gunungkidul dan bantul. Bisa juga mengirim ke kota kulonprogo dan semuanya gratis biaya pengiriman.

Dalil aqiqah yang shohih

Dalil aqiqah yang shohih jadi dasar dalam pelaksanaannya. Hadirnya bayi merupakan salah satu anugrah dari Allah Ta’ala. Perayaannya pun sebaiknya dengan cara yang sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam. Untuk itu, kami solehaqiqah menghadirkan 6 dasar dalil aqiqah yang shohih.

Dalil aqiqah yang shohih

Enam Dalil aqiqah

Dibawah ini kami tampilkan enam dalil aqiqah untuk Anda. Yang kesemuannya merupakan hadist yang shohih. Sehingga Anda tambah yakin dalam melakukan aqiqah untuk si buah hati.

Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah).

Dalil aqiqah pertama : Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani. Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah,

Dalil aqiqah yang kedua :Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Hadist ketiga :Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

Dalil aqiqah keempat :Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

Hadist kelima :Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)].

Yang keenam :Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil]

Dari dalil- dalil aqiqah yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih. HUKUM AQIQAH adalah SUNNAH MUAKKADAH ( YANG DIUTAMAKAN ), Al-Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213) : “Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi : “.berdasarkan hadist no.5 dari ‘Amir bin Syu’aib.”

Dalil aqiqah yang shohih 1

Solehaqiqah ingin berkontribusi dalam perkembangan islam di Indonesia. Ibadah aqiqah merupakan jalan kami untuk memberikan pelayanan terbaik untuk Anda. Semoga dengan hadirnya kami bisa memudahkan Anda dalam melaksanakan aqiqoh yang syar’i.

Untuk info atau pesan aqiqah dapat menghubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir.

Jasa aqiqah 24 jam.

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136. Melayani aqiqah di kota solo, sragen, boyolali, karanganyar, aqiqah klaten, wonogiri hingga sukoharjo. Untuk wilayah jawatimur diantaranya ngawi, magetan dan madiun.

Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang. Melayani kota seperti salatiga, purwodadi, grobogan, aqiqah ungaran dan semarang. Untuk daerah yang lebih luas seperti pati, blora, demak dan kendal.

Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561. Meliputi layanan aqiqah sleman, aqiqah gunungkidul dan bantul. Bisa juga mengirim ke kota kulonprogo dan semuanya gratis biaya pengiriman.

Hukum aqiqah anak adalah sunnah

Hukum aqiqah anak adalah sunnah yang diutamakan atau biasa disebut muakkad. Hukum aqiqah anak menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah. Pendapat ini adalah pendapat jumhur ( Mayoritas ) ulama menurut hadits. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikoh sebagai penebus adalah artinya akikoh itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir.

Hukum aqiqah anak adalah sunnah

Hukum aqiqah anak dengan dalilnya

Hukum aqiqah anak dengan dalilnya yang shohih. Ada enam dalil mengenai aqiqah yang bisa menjadi pijakan dalam melaksanakannya. Berikut keenam hadits tentang hukum aqiqah anak.

Hadist yang pertama Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]. Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent].

Hadist yang kedua, Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Hadist yang ketiga, Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]

Hadist keempat, Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

Hadist yang kelima, Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)]

Hadist yang terakhir ( keenam ) Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].

Kemudian ketika menyembelih atau memotong kambing dengan membaca bismillah. Firman Allah Ta’ala : “Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah…” [Al-Maidah : 4]. Firman Allah Ta’ala : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan.” [Al-An’am : 121].

Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sudah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan : “Bismillahi wa Allahu Akbar”.

Hukum aqiqah anak tentang pembagian daging kambing sebaiknya dalam keadaan matang. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.43-44, berkata : “Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya….Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

Demikian sedikit ilmu mengenai hukum aqiqah anak. Semoga dengan melaksanakan ibadah aqiqah si buah hati bisa tumbuh menjadi generasi yang islami… Amin.

Untuk informasi atau pesan aqiqah hubungi :

0822 6565 2222 Pak Mudzakir
layanan aqiqah 24 jam

Hukum aqiqah anak adalah sunnah jhkk

Alamat Layanan aqiqah solo : Sumber Nayu 03/12,Kadipiro, Banjarsari, Solo. 57136. Melayani aqiqah di kota solo, sragen, boyolali, karanganyar, klaten, wonogiri hingga sukoharjo. Untuk wilayah jawatimur diantaranya ngawi, magetan dan madiun.

Alamat Layanan aqiqah semarang : Di Jalan Mawar 2 Nomer 135 ,Sendang Mulyo, Tembalang ,Semarang. Melayani kota seperti salatiga, purwodadi, grobogan dan semarang. Untuk daerah yang lebih luas seperti pati, blora, demak dan kendal.

Alamat Layanan aqiqah Jogja : Mandungan 1 rt2 rw 24 margoluwih,kecamatan seyegan, sleman,Yogyakarta. kode pos 55561. Meliputi layanan sleman, aqiqah gunungkidul dan bantul. Bisa juga mengirim ke kota kulonprogo dan semuanya gratis biaya pengiriman.