Category Archives: Anak

Anak laki laki dalam islam dengan Artinya lengkap. Sehingga bisa menjadi literatur Anda dalam menamai bayi laki laki Anda. Kami , Solehaqiqah berbagi wawasan mengenai nama bayi laki. memberi nama kepada sang bayi merupakan sesuatu yang sangat penting. Tulisan yang sedikit ini, semoga bisa membantu anda dalam penamaan kepada buah hati Anda tercinta.

Solehaqiqah Merupakan Jasa layanan spesialis aqiqah anak dengan kambing terbaik untuk Anak anda. Makna kata spesialis aqiqah adalah mencakup keseluruhan dalam ibadah aqiqah, mulai dari jual-beli kambing aqiqah hingga pengiriman masakan aqiqah siap saji sampai ketempat anda. Bayangkan betapa repotnya jika anda cari kambing aqiqah sendiri, menyembelihnya sendiri dan mengolahnya sendiri. Tidak hanya banyak uang yang anda keluarkan, tapi juga tenaga dan pikiran. Oleh karena itu, langkah yang bijak Anda memesan paket sate atau tongseng, gulai dan tengkleng di perusahaan Solehaqiqah milik kami.

Aqiqah Anak Soleh

Aqiqah anak soleh tentunya di Solehaqiqah. Aqiqah merupakan ibadah yang sangat penting. Sesembelihan yang diniatkan hanya untuk Allah Ta’ala. Dengan niat mengharap ridhoNya, Semoga sang buah hati bisa tumbuh menjadi anak yang soleh. Yaitu anak yang berbakti pada Allah dan RosulNya, orang tua, nusa dan bangsa.

Anak

Aqiqah adalah ibadah yang syarat akan nilai-nilai Uluhiyah. Uluhiyah Allah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdo’a, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Memperuntukkan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar di sisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah.

Layanan Aqiqah Anak Dari Solehaqiqah.

Kami terdiri dari profesional muda yang didukung oleh stakeholder berpengalaman. Tenaga ahli kami terdiri dari tiga elemen penting yaitu Mudzakir, Soleh dan Prasetyo. Sedangkan untuk stakeholder yang sudah berpengalaman hingga puluhan tahun orang tua kami, Pak Warjito dan Ibu Warsiti. Perusahaan jagal kambing sudah berdiri sejak tahun 1980 dan Rumah makan Bu jito dlidir berjualan sejak tahun 2001. Sehingga dengan pengalaman tersebut kami yakin bisa menjadi layanan aqiqah anak terpercaya.

Dengan menyatukan berbagai disiplin ilmu yang kami miliki, maka terbentuklah Solehaqiqah.org. Menggabungkan antara pertanian kambing, masakan olahan kambing dan ilmu syar’i tentang ibadah aqiqah. Membutuhkan proses panjang dan berliku untuk menghasilkan layanan aqiqah yang lengkap. Proses ternak kambing, yang mensinergikan kearifan lokal dan teknologi ternak bernilai ekonomis. Mempertahankan citarasa klasik olahan kambing berupa sate, gulai dan tengkleng merupakan pekerjaan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dan itu semua dikemas oleh disiplin ilmu tentang ibadah aqiqah yang syar’i, ibadah yang mempunyai tujuan mentauhidkan Allah Ta’ala. Sebuah ibadah yang kaya akan makna Illahiyyah.

Anak Bayi Baru Lahir rawan untuk kedinginan, Begini cara mempertahankan suhunya

Anak Bayi baru lahir memang rentan sekali ataupun sensitif sekali dengan perubahan suhu di ruangan. Karena bayibelum memiliki pengaturan suhu yang sempurna. Kita, sebagai orangtua harus tau caranya agar si kecil selalu dalam suhu yang baik dan normal. Karena jika tidak di tangani dengan baik bayi dapat mengalami hipotermia.

Hipotermia dapat menyebabkan bayi sakit bahkan kematian bayi. Suhu Normal Bayi baru lahir adalah 36,5 – 37.5 derajat celcius. Sebelum kita mengetahui penanganan bayi yang kedinginan, maka kita harus tahu apa saja penyebab bayi kehilangan panas.

Suhu normal bayi adalah antara 36,5-37,5 derajat celsius. Hipotermia dibagi menjadi tiga jenis yaitu stres dingin, hipotermia sedang, dan hipotermia berat. Batasan stres dingin adalah suhu antara 35,5-36,4 derajat celsius, hipotermia sedang dengan suhu antara 32-35,4 derajat celsius, dan hipotermia berat apabila suhu kurang dari 32 derajat celsius.

BBL kehilangan panas dengan beberapa cara sebagai berikut :

1. Evaporasi
Evaporasi adalah kehilangan panas akibat penguapan cairan ketuban pada tubuh akibat panas dari tubuh itu sendiri. Ini adalah jalan utamanya bayi untuk kehilangan panas. Adapula karena ketika bayi lahir tidak lansung di keringkan atau terlalu cepat di mandikan.

2. Konduksi
Konduksi adalah kehilangan panas bayi dengan carakontak langsung antara tubuh bayi dengan benda yang permukaannya lebih dingin. Tubuh bayi akan menyerap suhu dari benda-bend ayan suhunya lebih rendah tersebut , seperti bayi di letakkan di meja atau pemukaan lainnya.

Anak Bayi Baru Lahir rawan untuk kedinginan, Begini cara mempertahankan suhunya

3. Konveksi
Konveksi adalah kehilangan panas bayi akibat terpapar oleh udara yang lebih dingin. Seperti bayi yang baru lahir tidak boleh di tempat yang ber AC , AC harus di matikan, karena bisa terjadi proses kehilangan panas konveksi. Tidak hanya AC , kipas angin atau pun ventilasi harus di matikan. Pastikan bayi dalam keadaan suhu ruangan yang normal.

4. Radiasi
Radiasi adalah kehilangan panas bayi jika di dekatkan dengan benda-benda yang menyerap panas bayi atau dengan benda yang mempunyai suhu yang lebih rendah. Walaupun tidak kontak langsung.

Paket Aqiqah Semarang

Gejala Hipotermia Anak Bayi Baru Lahir

Gejala hipotermia bervariasi, tergantung kepada tingkat keparahannya. Berikut ini merupakan gejala hipotermia dari yang ringan hingga berat:

Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh
1. Mati rasa
2. Menggigil
3. Respons menurun
4. Gangguan bicara
5. Kaku dan sulit bergerak
6. Penurunan kesadaran
7. Sesak napas hingga napas melambat
8. Jantung berdebar hingga denyut jantung melambat

Pada bayi, hipotermia ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan. Bayi juga terlihat diam, lemas, dan tidak mau menyusu atau makan.

Cara Pencegahan Kehilangan Panas pada Bayi

1. Ruang bersalin yang hangat
2. Keringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks. keringkan tubuh mulai dari muka, kepala, dan badan (kecuali tangan). Karena verniks membantu bayi untuk mempertahankan suhu tubuh
3. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) juga membantu bayi untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Skin to skin yang di lakukan , kontak antara kulit ibu dan kulit bayi.
4. Gunakan pakaian untuk menjaga suhu tubuh bayi, atau bayi dapat di selimuti oleh kain
5. Jangan memandikan bayi terlalu cepat , minimal 6 jam setelah bayi baru lahir

Batik fabric for quilting

Anak Bayi Muntah, Apa yang harus dilakukan?

Pada beberapa bulan awal, anak bayi mungkin akan sering sekali muntah. Ini bisa di sebabkan oleh belum terlalu matangnya organ pencernaan bayi ataupun masih dalam tahap proses adaptasi. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu panik ketika si Kecil muntah. Meski begitu Anda harus tetap siaga jika kondisi ini terjadi. Lalu apa yang bisa dilakukan jika anak bayi muntah?

Muntah pada bayi bisa tergolong reaksi yang normal, namun hal ini bisa pula menjadi pertanda bayi Anda mengalami kondisi serius.

PERBEDAAN MUNTAH NORMAL DAN ABNORMAL

A. Muntah yang Normal
Muntah merupakan hal yang biasa dialami oleh bayi, terutama saat usianya masih beberapa minggu. Di usia tersebut, bayi sedang berusaha menyesuaikan diri dengan makanan. Muntah jenis ini kerap disebut gumoh.

Di usia yang masih beberapa minggu, bayi rentan mengalami refluks karena ukuran lambungnya masih kecil. Di usia ini juga cincin otot belum bisa bekerja dengan sempurna. Biasanya, cincin akan tumbuh kuat saat bayi berusia sekitar 4-5 bulan. Pada masa ini dia mungkin sudah berhenti mengalami gumoh.

Selain hal di atas, muntah juga bisa terjadi ketika bayi menangis atau batuk-batuk secara berlebihan. Kemungkinan Anda akan sering melihat si Kecil muntah karena hal ini pada tahun-tahun pertamanya.

B. Muntah yang Abnormal
Muntah pada bayi yang tidak normal bisa berhubungan dengan kondisi kesehatan si Kecil. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:

    1. Keracunan makanan.
    2. Infeksi virus atau bakteri.
    3. Infeksi saluran pernapasan.
    4. Infeksi telinga.
    5. Pneumonia
    6. Radang usus buntu.
    7. Stenosis pilorus (cincin otot antara lambung dan usus terlalu tebal sehingga menutup jalur ke lambung dan makanan tidak dapat lewat).
    8. Meningitis

Tanda-tanda bahwa bayi Anda mengalami muntah abnormal, antara lain:

    1. Muntahan bayi Anda berwarna kuning kehijauan.  Kondisi ini bisa menjadi pertandabayi Anda mengalami gangguan pada ususnya.
    2. Dia terlihat sangat kesakitan.
    3. Muntah yang diiringi pembengkakan perut.
    4. Muntah lebih dari sekali setelah mengalami cedera. Hal ini kemungkinan bisa menjadi pertanda gegar otak.
    5. Terdapat darah pada muntahan. Jika hanya sedikit, Anda tidak perlu khawatir karena itu normal terjadi. Namun jika banyak atau terus menerus ada darah, segera bawa si Kecil ke dokter
    6. Dia muntah secara hebat dan terus-menerus.
    7. Muntah yang diiringi menguningnya kulit dan mata bayi. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa bayi Anda mengalami jaundice atau sakit kuning.

Cara Mengatasi Muntah pada Bayi

Untuk mengatasi muntah yang normal, Anda tidak perlu membawanya ke dokter atau memberikan obat-obatan khusus. Cukup berikan dia cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jadi Anda tidak perlu khawatir berlebihan karena muntah yang normal biasanya tidak akan berdampak kepada kondisi kesehatan si Kecil.

Dua tips di bawah ini bisa Anda coba untuk meminimalisasi muntah usai si Kecil minum susu.

  1. Usai minum susu jangan langsung membaringkannya di tempat tidur bayi. Lebih baik Anda menggendongnya dengan posisi tubuh si Kecil tegak. Gendong dia sekitar setengah jam setelah menyusu agar cairan bisa turun dengan sempurna.
  2. Biasakan untuk menyendawakan bayi Anda sehabis mengonsumsi apa pun.
  3. Untuk mengatasi muntah yang abnormal, Anda bisa membawa si Kecil ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut. Sebagai langkah awal, Anda bisa memberikannya cukup cairan, namun hindari memberikannya jus buah. Terkadang jus buah bisa memperparah keadaan, terutama jika bayi Anda mengalami diare. Dehidrasi juga bisa dicegah dengan memberikan cairan elektrolit atau oralit. Tapi pemberian oralit pada bayi harus mendapat persetujuan dari dokter terlebih dahulu.

Selain itu Anda juga bisa menidurkannya jika mengalami muntah dalam perjalanan. Tidur kemungkinan bisa membantu menenangkan bayi sekaligus menghilangkan keinginan bayi untuk muntah.

Berikan kembali asupan setelah si Kecil berhenti muntah atau ketika kondisi perutnya terlihat sudah membaik. Meski begitu, berikan asupan sedikit demi sedikit. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai muntah yang normal dan abnormal pada bayi, Anda bisa mengonsultasikannya dengan dokter.

Kapan harus membawa bayi ke dokter?

Muntah setelah minum ASI bukan kondisi yang begitu membahayakan. Akan tetapi, mengutip dari Better Health, jangan tunda untuk segera memeriksakan si kecil ke dokter jika muntah disertai dengan gejala seperti:

    1. Frekuensi muntah sangat sering
    2. Jumlah muntah sangat banyak
    3. Bayi muntah disertai rewel, demam, dan perut kembung
    4. Tidak mau menyusu
    5. Tidak mengalami peningkatan berat badan atau berat badan justru menurun
    6. Cairan muntah berwarna kuning, hijau, atau bahkan mengandung darah
    7. Muntah pada bayi semakin parah setiap kali selesai selesai menyusu atau minum ASIBerbagai tanda-tanda tersebut

menunjukkanbahwa muntah setelah minum ASI bukan lagi hal yang sepele. Dokter akan membantu mencari tahu penyebabnya sekaligus penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi si kecil.

Aqiqah Semarang

Cara menangani anak bayi susah tidur, Ini dia tipsnya!

Cara menangani anak bayi susah tidur. Bayi baru lahir biasanya dalam akan tidur sekitar 16-17 jam dalam sehari, namun dalam sekali tidur hanya 1-2 jam lalu terbangun. Pada usia 6 bulan ke atas, bayi membutuhkan waktu tidur total sekitar 12-16 jam per hari. Pada usia ini, bayi masih sering terbangun selama beberapa menit, lalu akan kembali tidur. Ia juga mungkin akan lebih banyak tidur siang dibanding tidur di malam hari.

Cara menangani anak bayi susah tidur, Ini dia tipsnya!

Bayi dapat tidur dengan nyenyak asalkan ia merasa kenyang dan nyaman. Membuat bayi merasa kenyang memang hal yang mudah namun yang sulit adalah membuat bayi merasa nyaman ketika tertidur pada malam hari. Bunda harus memastikan si kecil mendapatkan ASI yang cukup agar ia dapat tidur dengan nyenyak, pastikan bayi tidak kegerahan, gunakan bayi baju yang tidak terlalu tebal, jangan pakaikan bayi baju yang terlalu ketat, redupkan lampu kamar bayi, dan hindari pemilihan bantal yang kurang tepat.

Tips Mengatasi Bayi Susah Tidur

Berikut ini beberapa langkah dalam menciptakan kondisi tidur yang aman dan nyaman bagi Si Kecil:

  1. Siapkan tempat tidur yang nyaman dengan matras yang empuk dan berukuran pas.
  2. Berikan Si Kecil asupan makanan yang cukup, menciptakan kondisi kamar tidur dengan pencahayaan yang minim, komunikasi dengan suara lembut, serta memberi sentuhan hangat.
  3. Tidurkan Si Kecil pada posisi telentang dan hindari posisi tengkurap yang dapat meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi (sudden infant death syndrome/SIDS).
  4. Hindari barang-barang tambahan di ranjang bayi, seperti bantal, guling, boneka, mainan, atau selimut berlapis yang dapat mengganggu tidurnya.
  5. Jaga suhu ruangan di tempat tidur bayi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
  6. Lakukan tips di atas untuk mengatasi bayi susah tidur. Konsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab bayi susah tidur, sekaligus cara mengobati yang tepat.

Beberapa alasan mengapa bayi susah tidur malam dan cara mengatasinya:

1. Lapar dan haus

Jangankan bayi, beberapa orang dewasa saja juga sukar tidur kalau perutnya keroncongan. Hal ini juga terjadi pada beberapa bayi. Mereka bisa saja terbangun di malam hari karena merasa lapar. Walau sebelum tidur ia mungkin sudah diberi ASI, susu, makanan, atau rutin diberi makan setiap 4 jam sekali, namun bayi bisa tetap merasa lapar saat malam atau tepat sebelum waktu tidur.

Kalau bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan, maka ia bakal lebih sering lapar dibandingkan biasanya. Umumnya, percepatan pertumbuhan ini terjadi saat usia 7-10 hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.

Oleh karenanya siapkan makanan dan susu ekstra untuk buah hati. Dan kalau Anda menyusui, berikan ASI tanpa berhemat karena takut kehabisan. Suplai ASI akan mencukupi kebutuhan si kecil dengan sendirinya. Anda hanya perlu menambah asupan cairan karena besar kemungkinan, Anda merasa haus setelah menyusui.

Sama seperti rasa lapar, haus juga bisa jadi salah satu alasan kenapa bayi susah tidur. Maka dari itu, jaga buah hati tetap terhidrasi di siang hari, dan bila perlu, berikan tambahan air putih juga kalau usianya sudah di atas 6 bulan. Untuk bayi yang umurnya kurang dari 6 bulan, konsultasikan dulu pada dokter soal boleh-tidaknya memberikan air putih.

2. Merasa ada yang hilang

Meski belum bisa bicara, namun bayi juga bisa menangis kalau ia merasa ‘kehilangan’ sesuatu. Jika si kecil terbiasa tidur dengan dot, botol, atau saat minum ASI misalnya, maka ketika ‘benda-benda’ itu tidak ada di dekatnya, ia bisa menangis karenanya. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa bayi susah tidur di malam hari.

Saat malam, siklus tidur bayi memang beragam, ada yang suka terbangun 1-2 menit setiap beberapa jam sekali, namun ada pula yang bisa tidur kembali dengan sendirinya. Namun kalau bayi terbiasa terlelap dengan dot atau saat diberi ASI, maka akan sulit untuk membuatnya bisa tertidur dengan sendirinya. Inilah alasan mengapa tidur siangnya hanya sebentar saja, dan kenapa ia sering bangun saat malam.

Untuk melatih anak mandiri saat tidur (bisa kembali terlelap dengan sendirinya), maka tidurkan ia tanpa bantuan alat apapun saat ia mulai mengantuk.

3. Ritual tidur yang berubah-ubah

Bicara soal membiasakan anak-anak tidur sendiri, konsistensi adalah kunci utamanya. Segala perubahan ritual tidur bisa membuatnya susah terlelap. Jadi penting untuk Anda menidurkan bayi di jam yang sama agar jam biologis tubuhnya teratur. Seperti dijelaskan disini: Caa menidurkan Bayi di Malam Hari dengan Cepat

Jangan sesekali tergoda untuk menaruh bayi di ranjangnya terlalu dini (saat ia tidak lelah) atau kemalaman (saat ia sudah terlalu lelah). Hindari pula jam tidur siang yang terlalu sore karena itu bisa membuat anak susah tidur saat malam harinya.

Hasil studi tahun 2005 yang dipublikasikan pihak International Journal of Nursing Studies melaporkan, bayi takkan sulit tidur di malam hari, kalau jarak waktu antara tidur siang dan malamnya semakin panjang.

4. Terlalu lelah atau sebaliknya, kelewat aktif

Beberapa orang dewasa justru kesulitan tidur kalau ia terlalu lelah, apalagi jika pikirannya masih kalut. Anda mungkin salah satunya. Sama seperti orang dewasa, saat bayi sangat kelelahan, maka merekapun juga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Justru terlalu kelelahan membuat bayi kyurang tidur, lebih sering bangun, dan jadi rewel.

Sebaliknya, lingkungan sekitar yang terlalu menstimulasi seperti suara berisik (termasuk bunyi ‘klik’ saat menyalakan, mematikan lampu), mainan, atau layar TV, juga bisa membuat bayi sulit tenang. Inilah alasan kenapa aktivitas fisik dan segala hal yang menstimulasi tidak boleh dilakukan si kecil sebelum waktu tidur.

Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang tenang agar si kecil mudah terlelap. Mandikan ia dengan air hangat, beri pijatan, peluk dan timang, bacakan cerita, atau buai dengan selendang agar ia bisa tenang menjelang jam tidur. Ini bisa membuat si kecil terlelap, jarang bangun saat malam, dan memiliki mood yang lebih baik ketika bangun keesokan harinya.

Jadi, tetaplah tidurkan ia di jam yang sama setiap malamnya, dan langsung ninabobokan ketika ia menunjukkan gejala kelelahan.

5. Sakit

Penyebab bayi susah tidur berikutnya bisa jadi karena ia kurang sehat. Semua gangguan seperti sakit perut , demam, nyeri, hingga tumbuh gigi bisa membuat anak rewel dan sering bangun saat malam.

Perlu Anda ketahui kalau ASI mengandung melatonin juga (hormon yang membantu tidur). Anda juga perlu memeriksakan anak ke dokter kalau ia sakit dan sulit tidur.

6. Ingin dekat dengan Anda

Bayi bisa mengalami yang namanya kegelisahan ketika jauh dari orang tuanya saat usia 6-8 bulan, dan ini bisa berlanjut hingga umur 5 tahun. Anda mungkin mendapati bayi bangun beberapa kali saat malam, menangis dan menolak untuk kembali tidur.

Bayi bisa juga merasa takut, karena ketika bangun, ia tak menemukan Anda di sisinya. Ini berarti alasan bayi susah tidur hanyalah karena ia ingin dekat dengan Anda.

Menurut hasil studi 2010 yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology, semakin perhatian ibunya (secara emosional) terhadap bayi, semakin mudah si kecil untuk tidur. Kalau buah hati bangun di malam hari dan mulai menangis, timang atau elus punggungnya.

Namun kalau Anda ingin bayi belajar mandiri, maka kurangi kehadiran Anda di dekatnya menjelang waktu tidur. Bila si kecil terbangun di malam hari dan mulai menangis, tetaplah di ruangan yang sama pada awal pertama kali, lalu perlahan keluarlah dari kamar itu, atau bolak-baliklah mengintip si kecil.

Sekali waktu bisa jadi bayi hanya merasa takut atau gelisah, jadi ia mungkin butuh didampingi sebelum tidur untuk sementara.

7. Susah beradaptasi

Kalau bayi bangun di lingkungan yang berbeda dari saat ia tidur, maka ia bisa bingung dan takut sehingga sulit tidur lagi. Jadi pastikan untuk menidurkan buah hati di tempat yang sama setiap malam dengan atmosfer yang sama pula, apakah itu gelap, sunyi, hangat, dan lain sebagainya.

Seringkali, perubahan suhu udarapun bisa memengaruhi kualitas tidur bayi. Kalau ia berkeringat, buka atau lepaskan selimut serta baju luarnya. Anda juga perlu memeriksa apakah bayi kedinginan atau tidak. Kalau ya, maka tambahkan selimut atau jaket untuk membuatnya nyaman.

Batasi juga pengunaan cahaya terang dalam kamar yang sebenarnya bisa mengganggu siklus bangun-tidur si kecil. Pasalnya, cahaya terang bisa menekan produksi hormon melatonin. Jadi kalau Anda menduga bayi susah tidur karena ruangannya terlalu terang, maka coba bikin remang-remang atau gelapkan saja kamar tidurnya.

8. Tidak tidur siang

Tidur siang setiap hari sangat penting untuk tumbuh-kembang si kecil. Tanpa tidur siang, bayi bisa sangat kelelahan, lebih rewel, dan tidak bisa tidur di malam harinya. Namun orang tua juga perlu menidur-siangkan anaknya di jam yang tepat. Sebab kalau jam tidur siangnya terlalu sore, maka ini bisa membuat ia sulit terlelap saat malamnya.

Dan saat bayi tidur siang, maka Anda bisa ikut tidur bersamanya. Dan jangan sekali-kali salah membangunkan bayi yang sedang tidur siang karena ini bisa membuatnya rewel dan susah ditenangkan.

9. Sedang belajar kemampuan baru

Apakah saat ini buah hati sedang belajar hal baru, seperti merangkak, menendang, mengelinding, duduk, atau berdiri? Jika ya, maka ia mungkin terlalu bersemangat untuk mencobanya terus bahkan ketika jam tidur sudah tiba. Untuk ini, arahkan anak berlatih saat siang hari. Kalau ia sedang belajar duduk misalnya, maka ajarkan mereka juga bagaimana caranya berbaring lagi.

Jika ia selalu tidur terlentang, maka ia mungkin akan memutar tubuhnya dari belakang ke depan bahkan sebelum ia belajar menggelindingkan tubuhnya, begitu juga sebaliknya. Hasilnya, anak seringkali menangis minta bantuan orang tuanya karena ia merasa terjebak dalam 1 posisi, dan tidak tahu bagaimana caranya untuk bergerak.

10. Kurang mendapat sinar matahari

Sinar matahari dan udara segar sangat baik untuk buah hati. Menurut hasil studi 2004 yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, bayi usia 6-12 minggu yang sering terkena sinar matahari sore lebih mudah tidur pulas saat malam.

Selain itu, ingatkah Anda kalau sinar matahari juga penting untuk membantu produksi vitamin D, vitamin yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang anak?!

Oleh sebab itu, saat pagi dan sore hari, jangan segan membawa anak jalan-jalan ke luar rumah. Dan jauhkan cahaya lampu sebelum dan selama waktu tidur.

Layanan Aqiqah Solo

Bayi Baru Lahir Cegukan, Berikut cara mengatasinya

Bayi baru lahir atau Neonatus adalah bayi yang baru lahir 28 hari pertama kehidupan (Rudolph, 2015). Neonatus adalah bulan pertama kelahiran. Neonatus normal memiliki berat 2500 sampai 4.000 gram, panjang 48-53 cm, lingkar kepala 33-35cm . Lingkar dada 30-38 cm.

Tak tega ya, melihat bayi kurang nyaman karena cegukan. Tenang saja, Bunda, kondisi ini tak perlu dikhawatirkan. Cegukan (hiccups) normal terjadi pada bayi, apalagi bayi baru lahir hingga bayi berusia 3 bulan.

Bayi Baru Lahir Cegukan

Penyebab Cegukan pada bayi

Cegukan terjadi akibat belum matangnya fungsi saraf yang mengatur otot diafragma bayi, yaitu otot penyekat antara rongga dada dan perut. Akibat belum matangnya fungsi saraf, bayi mudah mengalami cegukan karena kontraksi yang terjadi tiba-tiba pada otot diafragma. Kontraksi ini terjadi karena adanya udara dalam lambung. Udara bisa masuk ke dalam lambung bayi karena saat bayi minum susu ada udara yang tanpa sengaja ikut terhisap bayi.

Cegukan lebih sering terjadi pada bayi yang minum susu dari botol. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, cegukan lebih jarang terjadi karena tidak ada udara yang masuk ke dalam lambung. Sejalan dengan bertambahnya usia bayi, ia akan semakin jarang mengalami cegukan.

Selain itu, cegukan pada bayi juga bisa terjadi karena udara yang terlalu dingin. Coba perhatikan, apakah suhu AC di kamar Anda terlalu dingin? Bila ya, segera naikkan suhu ruangan Anda serta ganti pakaian bayi Anda dengan baju yang berbahan lebih tebal untuk menahan udara dingin.

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi

Jangan panik, Bunda, tak perlu cemas jika bayi Anda cegukan. Saat terjadi cegukan, lakukan hal-hal berikut:

Bila masih menyusu

  1. Coba ubah posisi bayi Anda saat menyusu. Teruskan saja proses menyusui sampai cegukan hilang
  2. Perhatikan posisi menyusui Anda. Posisi menyusui yang benar adalah posisi bayi dan lengannya berada dalam garis lurus, serta perut bayi berhadapan dengan perut Anda.
  3. Pastikan puting masuk seluruhnya ke mulut bayi.
  4. Perhatikan bayi Anda saat dia menyusu, apakah dalam kondisi tenang atau justru terlihat terlalu bersemangat. Terlalu semangat saat menyusu bisa membuat udara mudah masuk ke diafragma bayi.

Bila cegukan terus terjadi, hentikan dulu kegiatan menyusu. Lakukan burping :

  1. Sandarkan bayi tegak menghadap Anda dengan kepala di bahu Anda
  2. lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, agar si Kecil bisa bersendawa.

Tindakan ini bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan. Setelah cegukan berhenti, susui dia kembali.

Nah, saya juga akan memberikan tips bagaimana cara menyusui yang benar.

Cara Menyusui Bayi yang Baik dan Benar

Tahapan perlekatan saat menyusui yang tepat pada bayi sebagai cara menyusui yang benar adalah sebagai berikut:

    1. Usahakan untuk menjaga posisi telinga, bahu, serta pinggul bayi.
    2. Pastikan tubuhnya sejajar dengan tubuh Anda agar bayi bisa lebih mudah menelan selama menyusui.
    3. Usahakan agar posisi hidung bayi berhadapan langsung dengan puting payudara Anda dan tidak tertekan sebagai upaya menyusui dengan cara yang benar.
    4. Pegang dagu bayi secara perlahan, kemudian bantu untuk membukanya sembari bibir bayi mendekati payudara untuk mulai menyusui dengan cara yang benar.
    5. Arahkan puting payudara dan gesekkan atau sentuh perlahan bagian bibir bayi dengan menggunakan puting payudara Anda.
    6. Kemudian tunggu sampai bibir bayi terbuka lebar seola sedang menguap, sebagai pertanda telah siap untuk mengisap puting payudara, seperti dijelaskan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists.
    7. Bimbing bibir bayi menuju ke puting payudara, agar bayi bisa lebih mudah untuk mengisapnya saat menyusui dengan cara yang benar.
    8. Usahakan bibir dan mulut bayi telah mengisap puting payudara Anda saat menyusui dengan cara yang baik dan benar.
    9. Tarik puting dari mulut bayi dan ulangi lagi tahapannya dari awal, bila bayi tidak bisa mengisapnya dengan tepat. Jika latch on tidak dilakukan dengan benar, biasanya
    10. Anda akan merasa nyeri atau sakit pada puting.
    11. Setelah perletakan (latch on) dilakukan dengan baik sebagai bagian dari cara menyusui yang benar, kini bayi bisa mulai menyusui.

Tanda perletakan menyusui sudah tepat

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut ini tanda perlekatan Anda sudah benar:

    1. Dagu bayi menyentuh payudara ibu.
    2. Bibir bawah bayi terpuntir keluar.
    3. Mulut bayi terbuka lebar.
    4. Aerola bagian bawah lebih banyak yang masuk ke mulut bayi dibanding bagian atas.
    5. Bayi yang menyusu dengan baik akan mengisap dengan pelan, berirama, tidak tergesa-gesa dan tidak terdengar bunyi berdecak
    6. Pipi bayi akan menggembung dan ibu tidak terasa sakit.

Sekian yang tips bayi cegukan dan cara menyusui yang benar, tetap semangat menyusui Bunda! 🙂
Layanan Aqiqah Anak Solo

Tumbuh Kembang Anak 0 – 6 Bulan

Tumbuh kembang anak 0-6 bulan. Perkembanganan anak sangat bergantung pada stimulus yang kita, parang orangtua berikan. Maka dari itu perlu sekali interaksi antara anak dan orang tuanya. Stimulus yang diberikan bisa berbeda-beda setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.

Berbagai stimulus yang bisa anda berikan untuk mendukung tumbuh kembang anak sebagai berikut.

a. Berikan jari tangana anda, anak pasti meraihnnya.
b. Senyumlah kepada anak Anda.
c. Ajak anak Anda berbicara, meskipun belum bisa. Karena kata-kata anda akan dapat di simpan di memori anak anda. Jangan lupa berikan kata-kata yang baik, agar anak anak betutur kata baik
d. Katakan pada anak Anda bahwa ia menggemaskan, membanggakan, atau menganggumkan
e. Panggil anak Anda dengan nama-nama sayang, “Arum cantik, anak cerdas, my swetty,” dsb
f. Tunjukkan kepedulian ketika anak membutuhkan, misalnya angkat anak saat menangis, meminta maaf dll
g. Peluk anak Anda sesering mungkin apalagi ketika baru ada di tempat baru
h. Jangan larang anak untuk melakukan apapun, tapi alihkanlah perhatian anak
i. Berikan mainan warna-warni untuk meransang imajinasi

Tahap Perkembangan Anak

Untuk mengukur tahap tumbuh kembang anak, anda bisa melakukannya dengan tabel DDST (Denver Developmental Screening Test) untuk mengertahui apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai dengan usianya.

Tumbuh Kembang Anak 0 - 6 Bulan
Sumber gambar : Prosehat

Usia 1 Bulan
– Secara refkles dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya
– Matanya masih sering menutup, belum mampu melihat dengan benar
– Bisa menggerakkan dan memutar kepalanya untuk mencari susu ibunya
– Bisa meregangkan tangannya, serta mengenggam jari Anda dengan kepalan tangannya.

Usia 2 Bulan
– Anak dapat menatap
– Dapat tersenyum
– Sebagian anak sudah mulai bisa menangkat kepalanya dan mencoba melihat ke sekeliling ruangan
– Jika anak senang, ia akan membuat berbagai respons, seperti memandang wajah Anda lalu mencoba meraih Anda dengan tangannya.
– Sebaliknya jika sedang kesal, respons yang dibatnya antara lain memalingkan wajahnya dari Anda, menangis, meronta, serta bernafas dengan cepat
– Sudah mulai bereksplorasi menggunakan mulutnya dengan menghisap apa saja yang bisa dan nyaman untuk dihisap.

Usia 3 Bulan
– Sebagaian anak sudha bisa tenkurap
-Bisa mengangkat kepala dengan teak saat tengkurap atau ditengkurapkan
-Menggerakkkan benda yang dipegangnya
-Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut mata
-Senang mneyentuh, memegang, dan memukul
-Menyukai melihat bayangan sendiri di cermin

Usia 4 Bulan
-Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke mulut
-Bergurau
-Pada umumnya anak mulai bisa tengkurap
-Bisa membalikkan tubuhnya setelah tengkurap dan sebaliknya
-Sebagian anak ada yang sudah tumbuh giginya
-Mengamati dan meiru berbagai ekpresi wajah Anda

Usia 5 Bulan
-Menggulingkan badan
-Berekperimen untuk membuat berbagai suara dengan menggunakan lidah dan bibirnya
-Ada yang sennang jika didudukannya dengan bersandar
-Menyentuh mainan
-Membedakan suara prang-orang disekitarnya

Usia 6 Bulan
-Bertopang pada kedua tangan
-Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lainnya
-Menoleh ke arah sumber suara
-Bisa duduk dengan di topang menggunakan bantal atau guling
-Giginya tumbuh paling tidak dua pasang (atas dan bawah)

Nah, sudah tahu kan apa saja yang harus kita cek pada anak sendiri, untuk memantau tumbuuh kembangnya bejalan dengan baik.
SolehAqiqah
Batik fabric for quilting