Potong kambing aqiqah dengan cara yang benar

Potong kambing aqiqah dengan cara yang benar. UD soleh atau Solehaqiqah merupakan terkoordinasinya sebuah layanan yang lengkap. Stok kambing, kandang, rumah potong kambing, warung dan fasilitas pendukung lainnya tersedia di tempat kami. Sehingga cukup dengan satu pintu layanan, Anda bisa melaksanakan akikah untuk si buah hati dengan komplit.

layanan aqiqah solo : kota solo, sragen, boyolali, wonogiri, sukoharjo, klaten, delanggu, pacitan, ponorogo, ngawi, magetan dan madiun.

Layanan aqiqah semarang : kota semarang, ungaran, bawen, salatiga, purwodadi, grobogan, kendal, blora dan pacitan.

Layanan aqiqah jogja : kota jogja, sleman, kulonprogo, gunungkidul, bantul dan aqiqah magelang.

Potong kambing aqiqah beserta cara mengulitinya

Potong kambing aqiqah beserta cara mengulitinya. Kami kemas dalam video tutorial, sehingga Anda bisa melihat dengan detail. Berikut video penyembelihan di Rumah potong kami.

Diatas adalah cara menguliti kambing atau domba yang benar. Daging kambing terpisah dengan sempurna, kulit tidak bolong dan bisa terhindar dari bau prengus. Untuk do’a dalam penyembelihan aqiqah, berikut kami jelaskan.

Potong kambing aqiqah beserta cara mengulitinya

BACAAN KETIKA MENYEMBELIH KAMBING. (Cara Aqiqah Syar’i).

.
Firman Allah Ta’ala : “Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah…” [Al-Maidah : 4].

Firman Allah Ta’ala : “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan.” [Al-An’am : 121].

Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551, karya Syaikh Al-Albani). Oleh karena itu, doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh Islam. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan : “Bismillahi wa Allahu Akbar”.

Sedangkan untuk pembagian aqiqah, berikut rinciannya. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud” hal.43-44, berkata : “Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut.

Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya. Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *