Monthly Archives: December 2019

Ibu Hamil Makan Mie Instan, Sebaiknya berapa kali?

Ibu hamil makan mie instan? Boleh tidak ya? Yuk , cari tahu lebih lanjut!

Mengonsumsi mie instan tentu bukan hal asing lagi bagi sebagian besar masyarakat, termasuk ibu hamil. Dengan rasa yang enak, mudah disajikan, dan harga yang terjangkau, makanan cepat saji ini menjadi menu favorit.

Kandungan Mie Instan

Ibu Hamil Makan Mie Instan, Sebaiknya berapa kali?

Komponen utama mie instan adalah tepung terigu. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), sejak tahun 2001, semua produk mie instan perlu dilakukan fortifikasi atau diberikan tambahan nutrisi, seperti vitamin A, vitamin B, asam folat, zat besi, dan zinc. Tetapi di sisi lain, mie instan juga mengandung zat pengawet, pewarna, dan perasa. Meskipun kadar dan kandungannya sudah dinyatakan aman, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, tentu saja tetap tidak baik.

Dalam satu porsi mie instan mengandung:

  1. 219 kalori yang mengandung 14% lemak, 73% karbohidrat, dan 13% protein
  2. 3,3 gram total lemak
  3. 40,02 gram karbohidrat
  4. 7,22 gram protein
  5. 46 mg kolesterol
  6. 378 mg sodium
  7. Vitamin A 1%
  8. Kalsium 2%
  9. Zat besi 13%

Berdasarkan sebuah penelitian di Korea Selatan, konsumsi mie instan dua kali per minggu berisiko menimbulkan sindrom metabolik. Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan yang terdiri dari tekanan darah tinggi, penumpukan lemak berlebih di perut, kadar kolesterol baik yang rendah, kadar gula darah tinggi, dan kadar trigliserida tinggi. Kombinasi dari tingginya jumlah kalori, lemak jenuh, gula, dan garam pada mie instan berkontribusi terhadap terjadinya kondisi ini.

1. Kandungan garam yang tinggi

Kandungan garam yang cukup tinggi dalam mie instan bisa memicu hipertensi bagi ibu hamil. Salah satu komplikasi fatal akibat hipertensi pada ibu hamil adalah preeklampsia, yang sangat berbahaya bagi ibu dan bayi dalam kandungan.

Sebab itulah, ibu hamil dihimbau untuk menghindari faktor pemicu hipertensi yang bisa menyebabkan preeklampsia. Yakni makanan tinggi garam seperti mie instan.

2. Kandungan bahan kimia seperti pengawet dan pewarna

Makanan kemasan pastinya memiliki tambahan bahan kimia, seperti bahan pengawet dan pewarna. Bila dikonsumsi terlalu sering, zat kimia ini bisa mengendap di dalam tubuh. Inilah yang bisa membahayakan kondisi kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Selain itu, mie instan juga lebih lama dicerna oleh tubuh ibu, sehingga bisa mengganggu sistem pencernaan ibu hamil yang sudah sering bermasalah akibat hormon kehamilan.

Batik Fabric for quilting

Tips makan mie instan bagi ibu hamil

Meski tidak disarankan, namun jika ibu hamil benar-benar sangat ingin makan mie instan hingga selalu terbayang, masih bisa diwujudkan, kok. Namun dengan syarat ketat ya.

Karena tidak ada literatur pasti yang menjelaskan seberapa sering ibu hamil boleh mengonsumsi mie instan. Jika ibu hamil sangat ingin menikmati mie instan, boleh saja, asalkan tidak terlalu sering. Bila ingin makan mie instan, berikut ini beberapa tips yang dapat Bumil lakukan dalam mengolah mie instan agar lebih sehat:

  1. Kurangi jumlah bumbu yang dipakai. Gunakan setengahnya, untuk mengurangi kandungan garam yang tinggi.
  2. Membuat bumbu sendiri.
  3. Tambahkan protein, seperti telur, sayuran, seafood, atau daging.
  4. Tambahkan sayuran, seperti wortel, tomat, sawai, brokoli, atau bayam.
  5. Pastikan semuanya harus dimasak hingga matang.

Jangan makan mie instan terlalu sering. Pilih makanan lain seperti, soto mi atau sup yang dibuat sendiri di rumah.

Mie instan merupakan makanan olahan. Oleh karena itu, konsumsinya harus dibatasi. Makanan yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah makanan yang sehat dan alami. Semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, ‘kan? Jadi, perhatikan apa yang Bumil makan, karena semua yang dikonsumsi ibu hamil akan mempengaruhi bayi di dalam kandungan.

Paket aqiqah semarang

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar, Bikin NYAMAN!

Posisis tidur ibu hamil yang baik dan benar. Ibu hamil biasanya akan kesulitan untuk tidur atau malah bingung harus memposisikan tidur yang aman untuk ibu dan bayinya.

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar, Bikin NYAMAN!

Posisi tidur ibu hamil tidak boleh dianggap perkara sepele. Janin yang membesar bisa membuat posisi tidur ibu menjadi serba salah. Terlebih lagi, ibu hamil juga mengalami kesulitan untuk bergerak mengubah posisi tidur.

Masalah tidur biasanya mulai terjadi dalam trimester kedua – ketiga ketika janin mulai tumbuh. Peningkatan ukuran janin dapat membuat sulit untuk mencari posisi tidur yang nyaman bagi ibu dan bayi.

Selain itu ibu hamil mungkin akan mengalami kesulitan tidur dikarenakan peningkatan dorongan untuk buang air kecil, peningkatan denyut jantung, mulas/mulai adanya brakston hiks, kram kaki, dan sakit punggung dan pinggang.

Posisi tidur yang salah pada ibu hamil bisa mengundang berbagai masalah kesehatan, seperti pembengkakan kaki, nyeri otot, mendengkur, penurunan tekanan darah, atau justru meningkatnya tekanan darah.

Nah, makanya ibu hamil harus tahu posisi tidur yang baik untuk ibu dan bayi dalam kandungannya.

Posisi Tidur Terbaik untuk Ibu Hamil

1. Hindari posisi telentang

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar, Bikin NYAMAN!
Setelah memasuki usia kehamilan trimester kedua, terutama setelah bulan kelima, ibu hamil dianjurkan untuk tidak tidur dalam posisi telentang. Tekanan pada pembuluh darah besar, yaitu aorta dan vena cava inferior, bisa meningkat bila ibu hamil tidur dalam posisi telentang. Tekanan ini bisa menghambat peredaran darah ke tubuh ibu, termasuk ke janin.

2. Menyamping ke kiri

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar, Bikin NYAMAN!

Sebagian ahli menganjurkan ibu hamil untuk tidur dalam posisi menyamping ke kiri.

Posisi tidur terbaik selama kehamilan adalah “SOS” (sleep on side/tidur miring). Bahkan lebih baik adalah dengan tidur miring ke kiri. Tidur di sisi kiri Anda akan meningkatkan jumlah darah dan nutrisi yang mencapai plasenta dan bayi Anda. Luruskan kaki kiri kaki dan ditekuk lutut kanan, sangga dengan sebuah bantal di antara kaki Anda.

Tidur dengan posisi telentang tidak dianjurkan, karena rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah balik (pembuluh Vena) yang ada di rongga perut. akibat penekanan pembuluh vena maka aliran darah balik tidak lancar dan bumil akan merasa pusing. Posisi telentang juga akan menyebabkan tidur ngorok yang dapat menyebabkan henti nafas saat tidur (sleep apnea) Jika Anda mengalami masalah dengan nyeri punggung, gunakan “SOS” dan coba tempatkan bantal di bawah perut Anda juga.

Manfaat tidur menyamping kiri :

  1. Memperlancar sirkulasi darah, baik yang menuju jantung maupun yang menuju ke rahim, janin, dan ginjal
  2. Membuat lambung berada pada posisi yang nyaman dan tidak menekan organ hati yang terletak di sisi kanan.
  3.  Mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai kaki, dan tangan

Kenapa dapat mengurangi pembengkakan? Karena posisi tersebut membantu ginjal bekerja lebih leluasa dalam membersihkan zat sisa dan caira tubuh

Namun jika ibu lebih merasa nyaman miring ke kanan, tidak ada alasan untuk tidak tidur di sisi ini. Kebanyakan bumil juga membutuhkan “dukungan” untuk menambahkan rasa nyaman saat berbaring, yang mana paling mudah dicapai dengan penggunaan bantal guling yang diselipkan di bawah perut dan antara kaki. Bantal yang diletakkan di punggung juga diperlukan agar ibu tidak terguling ke posisi telentang saat tidur

3. Gunakan bantal

Posisi Tidur Ibu Hamil yang Baik dan Benar, Bikin NYAMAN!
Bantal dapat membantu menjadikan posisi tidur ibu hamil terasa lebih nyaman. Bila ibu hamil merasa sesak napas atau napas terasa berat, letakkan bantal di bawah sisi samping tubuh untuk menaikkan posisi dada. Bila ibu hamil merasakan nyeri pada ulu hati, letakkan beberapa bantal untuk mengganjal kepala dan punggung agar posisi badan bagian atas menjadi lebih tinggi. Ibu hamil bisa tidur dalam posisi setengah duduk untuk membantu asam lambung tidak naik.

Sementara itu, untuk menyangga tubuh dalam posisi menyamping ke kiri, Anda dapat meletakkan bantal di bagian samping perut dan di antara kedua tungkai atau lutut. Ibu hamil juga bisa menggunakan bantal khusus ibu hamil untuk membuat tidur menjadi lebih nyaman.

Faktor Ketidaknyamanan Tidur Saat Hamil

Eileen Sloan, psikiatris di Toronto Sleep Institute di Mount Sinau Hospital, mengatakan bahwa 80% ibu hamil pernah mengalami insomnia pada saat masa kehamilan. Selain itu, menurut National Sleep Foundation, 78% ibu hamil mengalami tidur yang lebih tidak nyenyak atau terganggu dibanding saat mereka sedang tidak dalam masa kehamilan, hal ini dirasakan terutama bagi ibu hamil yang mulai menginjak trimester ketiga.

1. Hormon
Saat Anda sedang hamil, hormone progesterone Anda akan melunjak naik. Hal ini terkadang akan membuat otot Anda menjadi tegang yang nantinya akan mengakibatkan tidur mendengkur atau gangguan pernapasan lain saat Anda tidur.

2. Rasa cemas
Kecemasan merupakan faktor utama penyebab insomnia pada ibu hamil, terutama pada ibu yang sedang hamil untuk pertama kalinya. Hal ini sangat umum terjadi karena tubuh Anda sedang mengalami perubahan yang luar biasa dan Anda sedang mengalami hal hal baru yang mungkin belum pernah Anda alami sebelumnya.

3. Perasaan ingin buang air kecil
Pada saat Anda sedang hamil, terutama hamil tua, kandung kemih Anda Akan semakin terdesak karena bayi Anda juga semakin besar dan semakin turun. Hal ini akan membuat Anda menjadi sering sekali buang air kecil di trimester ketiga, dan ini adalah hal yang NORMAL.

4. Merasa tidak nyaman di area kaki
Perasaan tidak nyaman di area kaki ini akan membuat Anda terus menggerakkan kaki Anda. Hal ini dikenal dengan istilah Restless Leg Syndrome. Perasaan ini mungkin akan membuat Anda merasa sangat terganggu terutama dimalam hari ketika Anda sedang berusaha untuk tidur.

5. Heartburn
Terkadang, posisi tidur yang salah dapat membuat asam lambung naik sampai tenggorokan, membuat Anda harus bangun dan duduk tegak sehingga Anda dapat merasa lebih baik. Atau mungkin Anda mengalami heartburn secara terus menerus dan rasa itu tidak kunjung hilang. Bagimanapun, berbaring biasanya tidak akan membantu Anda merasa lebih baik. Cobalah untuk menggunakan essential oil seperti Lemon untuk meredakan heartburn Anda.

6. Tidur terlentang
Tidur terlentang dapat menyebabkan berat perut Anda menekan pembuluh darah aorta di bagian perut (pembuluh darah yang memberi makan bayi Anda) sehingga Anda biasanya tiba tiba terbangun agar Anda dapat menyesuaikan posisi dan membantu meningkatkan aliran darah di pembuluh darah tersebut.

Tips Ibu Hamil Tidur Nyaman

1. Persiapkan tubuh dan mentalmu
Salah satu faktor utama penyebab insomnia pada ibu hamil adalah kecemasan, oleh karena itu, berusahalah untuk memperkaya pengetahuan Anda. Ikutilah kelas kelas persiapan melahirkan, banyaklah membaca, dan lakukanlah relaksasi. Semakin kita tahu maka tingkat kecemasan akan semakin berkurang

2. Berolahraga
Olahraga yang teratur (minimal 30 menit setiap hari, 4-5 keli seminggu) dapat melancarkan aliran darah Anda. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tidur Anda dan dapat mengurangi kram kaki di malam hari. Namun, ingatlah untuk tidak berolahraga di malam hari karena berolahraga dapat meningkatkan hormon adrenalin sehingga justru akan membuat Anda tetap terbangun di malam hari.

3. Tidur siang
Jika Anda tidak dapat tertidur di malam hari, tidurlah di siang hari (sekitar pukul 1 dan 3 siang) untuk mengurangi rasa lelah.

4. Minumlah banyak cairan
Minumlah banyak cairan di pagi dan sing hari, namun kurangi cairan yang Anda minum 3-4 jam sebelum tidur untuk mengantisipasi perasaan ingin buang air kecil di malam hari.

5. Tempat tidur yang Nyaman
Kehamilan mungkin waktu untuk mendapatkan kasur baru (salah satu alas an yang baik untuk minta dibeliin kasur baru sama suami kan? Hehehe). Meskipun kelembutan harus sesuai preferensi Anda, bahkan harus mendukung tubuh Anda! kasur yang baik dapat membuat sebuah perbedaan dalam kualitas tidur selama kehamilan, Pilih seprei yang nyaman yang meresap keringat dan “dingin” karena biasanya ibu hamil mengalami “hot flashes” atau gerah saat malam hari.

Batik Fabric for Quilting
SolehAqiqah

Ibu Hamil Minum Kopi, Aman atau Bahaya?

Ibu hamil minum kopi, aman atau bahaya ya bun?

Ibu Hamil Minum Kopi, Aman atau Bahaya?

Apalagi kopi sudah jadi minuman trend masa kini yang menjadi favorit hampir semua orang, kandungan kafeinnya bisa membangkitkan semangat saat bekerja, atau menimbulkan energi di pagi hari. Namun, sebenarnya bolehkah ibu hamil minum kopi?

Sebenarnya semua hal boleh , tetapi ada aturan dan batasannya. Inget ya bun, segala yang berlebihan itu tidak baik.Nah, apalagi ketika kita memakan atau meminum sesuatu tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi harus dilihat pengaruhnya ke bayi dama kandungan.

Sebenarnya bukan hanya asupan kopi saja yang perlu dibatasi oleh ibu hamil, namun juga makanan dan minuman lain yang mengandung
Dr. Benny Johan Marpaung Sp.OG, seorang spesialis kebidanan dan kandungan yang berpraktek di RS Bersalin Asih, Kebayoran Baru Jakarta Selatan mengatakan, kandungan kafein dalam kopi bisa berbahaya bagi bayi jika dikonsumsi terlalu banyak.

“Kandungan kafein yang terlalu tinggi pada kopi, bisa membuat mual dan muntah yang dialami ibu hamil menjadi lebih parah,”

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemberian kafein selama kehamilan dan berat lahir yang rendah. Dosis kafein yang digunakakan adalah 0,01 mg dan 0,02 mg kafein/hari yang setara dengan dosis oral manusia sebanyak 5-10 mg/kgBB/hari. Terdapat peningkatan resiko abortus spontan dan berat lahir rendah pada wanita yang mengkonsumsi lebih dari 150 mg kafein per hari, atau setara dengan 2 cangkir kopi sehari. (Martin TR dan Michael B Bracken. 1987. The Association between Low Birth Weight and Caffeine Consumption during Pregnancy. Am J Epidemiol:126:159-63)

Risiko Minum Kopi pada Ibu Hamil

Umumnya, minum terlalu banyak kopi dapat menimbulkan gejala kecemasan, kecanduan, insomnia, jantung berdetak kencang, gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, sering pipis, migrain dan tremor. Selain itu, kafein di dalam kopi dapat menembus plasenta ibu hamil dan bisa berdampak pada janin yang dikandung.

Beberapa risiko minum kopi pada ibu hamil dan janin, antara lain:

    1. Ibu hamil mengalami refluks asam lambung
    2. Anemia
    3. Keguguran
    4. Bayi lahir dengan berat badan yang rendah
    5. Asam lambung naik ke tenggorokan atau dikenal dengan GERD
    6. Insomnia
    7. Gangguan pencernaan
    8. Tekanan darah tinggi
    9. Tremor
    10. Migrain
    11. Sering buang air kecil

Takaran Kopi yang Ideal untuk Ibu Hamil

Batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil dalam sehari adalah 200 mg atau sekitar dua cangkir kopi instan. Untuk itu, perhatikan kandungan kafein dalam teh, kopi, cokelat dan makanan lain yang tertera pada label kemasan. Jangan sampai konsumsi kafein melebihi batas toleransi pada ibu hamil.

Berikut jumlah umum kafein dalam makanan dan minuman:

  • 60-200 mg kafein dalam satu cangkir kopi seduh.
  • 140 mg kafein dalam satu cangkir kopi saring.
  • 100 mg kafein dalam satu cangkir kopi instan.
  • 40 mg kafein dalam satu ebotol soda.
  • 75 mg kafein dalam satu cangkir teh.
  • 25-50 mg kafein dalam 50 g cokelat.

Jika Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi lebih dari dua cangkir kopi per hari sebelum hamil, sebaiknya Anda mengurangi konsumsi kopi secara perlahan sejak awal kehamilan. Untuk menggantikan kebiasaan ibu hamil minum kopi, cobalah untuk mengonsumsi minum sehat yang menyegarkan seperti aneka jus buah, jus sayuran, air kelapa, atau infused water. Jika perlu, tanyakan ke dokter untuk mengetahui takaran minum kopi yang diperbolehkan, sesuai kondisi kehamilan Anda.

Salam Sehat!
SolehAqiqah
Batik Fabric for Quilting

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian?!

Wah boleh tidak ya ibu hamil makan durian?

Hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan dampak negatif durian bagi ibu hamil. Namun, bukan berarti ibu hamil bisa menikmati durian sepuasnya. Memang ya Bun, Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.

Yuk kita lihat lebih lanjut manfaat dan resiko makan durian untuk ibu hamil

Menurut Dr. Gordon Lim, seorang ahli kandungan dan Dr. Patrick Chia, ahli perinatologi, ibu hamil boleh saja makan durian asal porsinya tidak berlebihan. Tapi ini di Kecualikan, untuk ibu hamil yang menderita diabetes. Batik itu diabestes Essensial (sudah ada sejak sebelum hamil) dan diabetes gestasional (ada sejak hamil)

“Durian mengandung gula tinggi dan karbohidrat. 5 biji durian ukuran sedang mengandung sekitar 160 kalori, lebih dari 330ml kaleng cola yang memiliki 140 kalori,” kata dr Goh.

Karena itu, ibu hamil penderita diabetes gestasional tidak boleh mengonsumsi buah durian. Diabestes gestasional adalah diabetes yang terjadi ketika ibu pada saat hamil , bukan dari sebelum hamil. Ini pun berlaku untuk ibu Diabetes Essensional.

Tetapi, bagi ibu hamil dalam kondisi normal, mengonsumsi durian tidak akan menimbulkan masalah serius.

Nah, untuk jumlah duren yang boleh dimakan adalah dua biji. Kurang lebih 2 buah, ukuran medium durian mengandung 60 – 100 kalori. Sedangkan kebutuhan tambahan kalori ibu hamil sehari kurang lebih 300-500kal/hari tergantung usia kehamilan.

Mengapa makan durian saat hamil dibatasi?

Meskipun buah tropis ini memiliki banyak kandungan nutrisi, durian juga merupakan makanan dengan kandungan glisemik yang tinggi. Kandungan gula dan karbohidrat dalam buah durian sangat tinggi.

Dua biji buah durian berukuran sedang dapat menyumbang sebanyak 60 kalori. Sehingga mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan glukosa darah secara tiba-tiba dan akan meningkatkan berat janin secara drastis.

Hal ini terbukti menjadi penghalang bagi persalinan alami. Selain itu, hal ini juga berarti menjadi penyebab utama obesitas sejak dini.

Siapa yang tidak boleh makan durian saat hamil

Kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi dalam buah durian terbukti berbahaya bagi beberapa kondisi ibu hamil. Lalu kondisi seperti apakah yang betul-betul PANTANG makan buah durian?

1. Wanita hamil dengan diabetes gestasional

2. Ibu hamil dengan riwayat diabetes gestasional sebelumnya

3. Wanita hamil dengan riwayat keluarga diabetes

4. Ibu hamil yang alami obesitas

5. Wanita hamil yang secara ketat disarankan untuk tidak menambah berat badan selain yang telah direkomendasikan

6. Ibu hamil di trimester ketiga

Manfaat Ibu Hamil Makan Durian

Adapun manfaat dari buah durian untuk ibu Hamil. Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya bukan Bunda? 🙂

Durian memiliki banyak kandungan yang sangat penting bagi tubuh. Berikut beberapa manfaat buah durian jika dikonsumsi selama masa kehamilan.

1. Kaya serat makanan
Banyak wanita hamil yang mengeluhkan sembelit karena perubahan hormon di dalam tubuh. Durian berfungsi sebagai pencahar alami dan membantu menghilangkan bahan-bahan kimia yang menempel di usus. Selain itu, durian juga menjaga selaput lendir terlindungi karena kandungan seratnya dapat mengurangi paparan racun di dalam tubuh.

2. Sumber folat yang baik
Durian kaya akan kandungan asam folat dan dapat membantu mencegah cacat lahir pada bayi. Anda bisa mendapatkan 9% dari kebutuhan harian akan asam folat dengan mengonsumsi durian sebanyak 100 gr.

3. Kaya vitamin B
Durian juga memiliki banyak kandungan vitamin seperti riboflavin, niasin, dan tiamin. Hal ini bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil secara keseluruhan.

4. Kaya antioksidan
Buah durian mengandung seng, triptofan dan organo-sulfur yang memiliki efek sebagai anti-oksidan. Hal ini berarti mereka mampu melindungi ibu dan janin dari serangan polutan dan radikal bebas.

5. Kaya vitamin C
Vitamin C tak hanya berfungsi untuk membantu sistem kekebalan tubuh, tetapi juga membantu ibu hamil dan janin yang belum lahir dalam penyerapan kalsium dan zat besi.

6. Kaya mineral
Buah durian juga kaya akan kandungan mineral, seperti zat besi, tembaga, mangan dan magnesium yang membuatnya sangat bermanfaat bagi wanita hamil yang membutuhkan peningkatan pasokan darah untuk pertumbuhan janin di dalam rahim.

7. Bebas lemak jenuh
Durian tidak memiliki kolesterol atau lemak jenuh. Dengan kandungan garam yang rendah yang juga berarti membantu mengatur tekanan darah selama kehamilan.

8. Mencegah keasaman
Aksi antasid menyebabkan durian dapat membantu mencegah terjadinya keasaman dalam tubuh.

9. Melawan depresi
Buah durian juga dapat membantu melawan depresi selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Beberapa risiko mengonsumsi durian terlalu banyak pada ibu hamil antara lain:

1. Meningkatkan gula darah

2. Kelebihan berat badan atau obesitas

Mitos Ibu Hamil Makan Durian. Haduh Bayi di Dalam Perut Jadi Panas?!

Mungkin ada pernah mendengar beberapa mitos yang santer beredar terkait dengan bahaya makan durian bagi ibu hamil, seperti:

Janin akan kepanasan

Banyak orang percaya bahwa durian akan membuat tubuh kepanasan sehingga jika ibu hamil mengonsumsinya, janin pun akan kepanasan.

Mitos ini awalnya menyebar dari kepercayaan kuno bangsa Tionghoa yang dibawa ke Asia Tenggara.

Namun, belum ada bukti ilmiah atau contoh kasus terjadinya komplikasi janin kepanasan yang telah diketahui.
Kadar kolesterol yang tinggi

Durian sering sekali disebut-sebut sebagai buah dengan kadar kolesterol tinggi, sehingga berbahaya bagi siapa pun, apalagi ibu hamil.

Nyatanya, mitos ini salah besar. Durian tidak mengandung kolesterol sama sekali. Malah, durian mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh.

Mitos bayi “kepanasan” dalam kandungan itu biasanya di sebabkan salah satunya oleh makan-makanan yang memilki kadar kolestrol yang tinggi. Kadar kolestrol yang tinggi dapat menyebakan terjadinya darah tinggi/ hipertensi. Jika itu pasokan oksigen dalam janin pun terhambat dan mengakibatkan terjadinya janin kepanasan atau gawat janin.

Kesimpulannya, ibu hamil memang diperbolehkan makan durian selama kehamilan. Namun yang harus juga diperhatikan adalah awasi hasrat Anda saat mengonsumsinya. Jangan berlebihan dan selalu konsultasi juga ikuti saran dokter untuk menghindari komplikasi yang sebetulnya bisa dihindari.

Perlu diingat pula, selama kehamilan artinya ibu hamil harus memikirkan konsumsi makanan untuk dua orang. Oleh karena itu, hal yang wajar jika berat badan ibu hamil bertambah sangat pesat.

Dr Tan Wei Ching, konsultan senior di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Singaapura (SGH) menyarakan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan mencapai 12-16 kilogram pada ibu yang memilki berat badan normal.

SolehAqiqah
Batik Fabric for Quilting

Tumbuh Kembang Anak 0 – 6 Bulan

Tumbuh kembang anak 0-6 bulan. Perkembanganan anak sangat bergantung pada stimulus yang kita, parang orangtua berikan. Maka dari itu perlu sekali interaksi antara anak dan orang tuanya. Stimulus yang diberikan bisa berbeda-beda setiap bulannya sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.

Berbagai stimulus yang bisa anda berikan untuk mendukung tumbuh kembang anak sebagai berikut.

a. Berikan jari tangana anda, anak pasti meraihnnya.
b. Senyumlah kepada anak Anda.
c. Ajak anak Anda berbicara, meskipun belum bisa. Karena kata-kata anda akan dapat di simpan di memori anak anda. Jangan lupa berikan kata-kata yang baik, agar anak anak betutur kata baik
d. Katakan pada anak Anda bahwa ia menggemaskan, membanggakan, atau menganggumkan
e. Panggil anak Anda dengan nama-nama sayang, “Arum cantik, anak cerdas, my swetty,” dsb
f. Tunjukkan kepedulian ketika anak membutuhkan, misalnya angkat anak saat menangis, meminta maaf dll
g. Peluk anak Anda sesering mungkin apalagi ketika baru ada di tempat baru
h. Jangan larang anak untuk melakukan apapun, tapi alihkanlah perhatian anak
i. Berikan mainan warna-warni untuk meransang imajinasi

Tahap Perkembangan Anak

Untuk mengukur tahap tumbuh kembang anak, anda bisa melakukannya dengan tabel DDST (Denver Developmental Screening Test) untuk mengertahui apakah tumbuh kembang anak sudah sesuai dengan usianya.

Tumbuh Kembang Anak 0 - 6 Bulan
Sumber gambar : Prosehat

Usia 1 Bulan
– Secara refkles dapat memegang benda yang menyentuh telapak tangannya
– Matanya masih sering menutup, belum mampu melihat dengan benar
– Bisa menggerakkan dan memutar kepalanya untuk mencari susu ibunya
– Bisa meregangkan tangannya, serta mengenggam jari Anda dengan kepalan tangannya.

Usia 2 Bulan
– Anak dapat menatap
– Dapat tersenyum
– Sebagian anak sudah mulai bisa menangkat kepalanya dan mencoba melihat ke sekeliling ruangan
– Jika anak senang, ia akan membuat berbagai respons, seperti memandang wajah Anda lalu mencoba meraih Anda dengan tangannya.
– Sebaliknya jika sedang kesal, respons yang dibatnya antara lain memalingkan wajahnya dari Anda, menangis, meronta, serta bernafas dengan cepat
– Sudah mulai bereksplorasi menggunakan mulutnya dengan menghisap apa saja yang bisa dan nyaman untuk dihisap.

Usia 3 Bulan
– Sebagaian anak sudha bisa tenkurap
-Bisa mengangkat kepala dengan teak saat tengkurap atau ditengkurapkan
-Menggerakkkan benda yang dipegangnya
-Memandang gerakan benda dengan bola mata sampai ke sudut mata
-Senang mneyentuh, memegang, dan memukul
-Menyukai melihat bayangan sendiri di cermin

Usia 4 Bulan
-Bermain dengan kedua tangan dan memasukkan tangan ke mulut
-Bergurau
-Pada umumnya anak mulai bisa tengkurap
-Bisa membalikkan tubuhnya setelah tengkurap dan sebaliknya
-Sebagian anak ada yang sudah tumbuh giginya
-Mengamati dan meiru berbagai ekpresi wajah Anda

Usia 5 Bulan
-Menggulingkan badan
-Berekperimen untuk membuat berbagai suara dengan menggunakan lidah dan bibirnya
-Ada yang sennang jika didudukannya dengan bersandar
-Menyentuh mainan
-Membedakan suara prang-orang disekitarnya

Usia 6 Bulan
-Bertopang pada kedua tangan
-Memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang lainnya
-Menoleh ke arah sumber suara
-Bisa duduk dengan di topang menggunakan bantal atau guling
-Giginya tumbuh paling tidak dua pasang (atas dan bawah)

Nah, sudah tahu kan apa saja yang harus kita cek pada anak sendiri, untuk memantau tumbuuh kembangnya bejalan dengan baik.
SolehAqiqah
Batik fabric for quilting