Ibu Hamil Boleh Makan Jengkol Tidak? Ini syaratnya

Ibu Hamil Boleh Makan Jengkol Tidak? Ini syaratnya yang harus di patuhi.

Jengkol atau jering adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae). Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna cokelat mengilap.

Jengkol sangatlah lezat jika di santap dengan sambal dan nasi panas, direndang, disemur, atau dimasak balado nih yang paling enak? Tapi apakah ibu hamil boleh makan jengkol?
Ibu Hamil Boleh Makan Jengkol Tidak? Ini syaratnya

Tapi kadang-kadang ibu hamil khawatir makan jengkol bisa membahayakan kandungannya. Ada juga yang khawatir nanti air ketubannya bau jengkol.

Manfaat Jengkol pada Ibu Hamil

Jengkol sebenarnya punya banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh lho. Nah, beberapa keluhan ibu hamil ada yang bisa diatasi dengan kandungan yang terdapat dalam jengkol ini.

1. Atasi Sembelit

Salah satu keluhan ibu hamil adalah susah buang air besar atau sembelit. Nah, jengkol ini dikenal memiliki manfaat melancarkan buang air besar pada ibu hamil lantaran kaya akan serat. Jadi tidak apa-apa, kalau ibu hamil ingin makan 1-2 keping jengkol bersama nasi putih, sayur, dan lauk lainnya.

2. Mencegah Anemia

Dengan mengonsumsi jengkol, ibu hamil bisa mencegah anemia. Ya, anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi. Nah, jengkol sendiri mengandung zat besi cukup tinggi, sekitar 4,7 gram per 100 gram.

3. Pasokan Kalsium

Jengkol juga kaya akan kalsium sehingga disebut sangat baik untuk pertumbuhan tulang pada janin yang dikandung ibu hamil. selain itu juga dapat mencegah osteoporosis. Hal tersebut dikarenakan oleh si Kecil yang terus menyedot asupan kalsium Mama sehingga mengakibatkan osteoporosis.

Dengan mengonsumsi jengkol, maka bisa saja hal tersebut menjadi jalan untuk mendapatkan tulang yang tetap kuat setelah masa kelahiran tiba.

Jangan Makan Jengkol Kebayakan

jengkol mengandung asam jengkolat yang jika dilihat menggunakan mikroskop bentuknya seperti kristal. Asam jengkolat bersifat sama dengan uric acid (asam urat), yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kristal-kristal dalam urine.

Nah, ketika dikonsumsi berlebihan atau pada orang dengan kondisi tertentu, kristal-kristal ini jadi gampang menyatu. Itulah yang mengakibatkan susah kencing atau sakit saat kencing. Jumlah asam jengkolat dalam jengkol berkisar 1-2 persen dari beratnya.

Jika pH tubuh seseorang dibawah 7 atau asam, maka mengonsumsi jengkol akan menjadi masalah, karena jengkol sulit larut air dan mengendap di ginjal.

Lalu berapa ya sebaiknya konsumsi jengkol untuk ibu hamil? Sebenarnya sih nggak ada saran harus berapa. Tapi beberapa sumber menyebut 1-3 keping sudah cukup kalau memang nggak punya riwayat kejengkolan.

Asam jengkolat yang menimbun akan membentuk kristal tajam dan jika dibiarkan dapat merobek dinding saluran kemih dan mengakibatkan perdarahan. Berikut ini efek samping lain mengonsumsi jengkol saat hamil.

1. Memicu morning sickness yang parah

Pengaruh hormon saat hamil akan menyebabkan perubahan tubuh yang signifikan, salah satunya indera penciuman Bunda akan lebih sensitif. Mengingat jengkol memiliki aroma khas yang menyengat, maka dapat memicu mual dan muntah yang sangat parah.

Tak hanya mual dan muntah, Bunda akan mudah merasa pusing dan nyeri, bahkan dapat menimbulkan gejala dehidrasi sehingga membahayakan janin.
solehaqiqah solo

2. Menimbulkan sakit pinggang

Asam jengkolat yang cukup tinggi juga dapat memicu sakit pinggang yang semakin parah pada periode kehamilan. Jengkol akan menyebabkan penumpukan sistem sekresi tubuh, bahkan tak menutup kemungkinan akan membuat Bunda kesulitan duduk atau berdiri.

3. Bisa menyebabkan keracunan

Keracunan jengkol sangat mungkin terjadi pada ibu yang sedang hamil muda. Biasanya ditandai dengan rasa tak nyaman, mual, muntah, sakit kepala, nyeri, demam, dan sulit untuk buang air kecil

4. Dapat mengakibatkan keguguran

Keguguran merupakan dampak terburuk jika Anda mengonsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan saat sedang mengandung. Biasanya kasus ini terjadi saat ibu hamil mengalami keracunan jengkol yang parah dan terlambat mendapat pertolongan.

Keracunan yang parah akan membuat ibu kesulitan buang air kecil, sedangkan janin tidak mendapat cukup oksigen.

Memang sebaiknya Bunda mengonsumsi jengkol secukupnya yaitu cukup 1-3 keping saja dan makanlah jengkol sesekali saja. Jangan berlebihan demi kesehatan kehamilan dan janin dalam kandungan.

Salam sehat!
Batik fabric for quilting los angeles

Leave a Reply

Your email address will not be published.